Pajak Bertutur 2021

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

A.    Pendahuluan
Pajak merupakan tulang punggung pembiayaan pembangunan dalam rangka mewujudkan tujuan negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Untuk itu diperlukan sikap sadar dan taat pajak dari segenap warga negara Indonesia sebagai bentuk kegotongroyongan warga negara dalam memikul beban pembangunan. Sebagaimana diketahui bersama bahwa denyut nadi pembangunan di Indonesia bersumber dari APBN yang sebagian besar (sekitar 76%) ditopang dari penerimaan perpajakan.

Untuk membangun masa depan perpajakan Indonesia, maka perlu dipersiapkan generasi bangsa yang memiliki kesadaran pajak yang lebih baik. Budaya sadar pajak harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan agar kesadaran pajak menjadi salah satu karakter generasi bangsa yang cinta tanah air dan bela negara melalui kesadaran melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan. Perlu upaya kampanye yang dilakukan secara terstruktur, terarah dan terpadu, untuk meningkatkan kesadaran dunia pendidikan terhadap program edukasi kesadaran pajak yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Kegiatan kampanye tersebut dilakukan melalui kegiatan pajak bertutur, yaitu rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan literasi kesadaran pajak kepada dunia pendidikan yang dilaksanakan selama sepekan dari jenjang sekolah tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP), tingkat atas (SMA) dan tingkat perguruan tinggi.

Kegiatan ini juga disinergikan dengan Program Gerakan Literasi Nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Gerakan Literasi Nasional merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antar unit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia. Gerakan ini akan dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak, mulai dari ranah keluarga sampai ke sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Meningkatkan literasi bangsa perlu dibingkai dalam sebuah gerakan nasional yang terintegrasi, tidak parsial, sendiri-sendiri, atau ditentukan oleh kelompok tertentu. Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, pegiat literasi, orang tua, dan masyarakat. Oleh karena itu, pelibatan publik dalam setiap kegiatan literasi menjadi sangat penting untuk memastikan dampak positif dari gerakan peningkatan daya saing bangsa.

Diharapkan dengan acara Pajak Bertutur tersebut dapat menjadi penarik perhatian masyarakat dan pemangku kepentingan dunia pendidikan untuk menyadari adanya program pajak masuk dalam pendidikan dan selanjutnya memberikan dukungan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Sikap sadar dan taat pajak dapat diwujudkan apabila nilai-nilai kesadaran pajak sudah ditumbuhkan sejak dini kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. Untuk mendukung proses pembelajaran, kemampuan tenaga pendidik dalam menyampaikan nilai-nilai kesadaran pajak kepada peserta didik, perlu ditingkatkan dan diperkaya.

B.    Maksud dan Tujuan Kegiatan:
1.    Memberikan awareness tentang pajak dan program inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan kepada masyarakat;
2.    Menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang dapat mendukung program inklusi kesadaran pajak dalam rangka hari pajak; dan
3.    Meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pembelajaran kesadaran pajak pada dunia pendidikan.

Pajak Bertutur 2021 merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh DJP dalam rangka Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76. Tema dalam dalam Pajak Bertutur 2021 adalah Generasi Muda Sadar Pajak, Wujud Bela Negara.  Diharapkan, generasi muda akan memahami:
a.    Bahwa bela negara tidak selalu harus berarti “memanggul senjata menghadapi musuh” atau bela negara yang militerisitik.
b.    Menurut Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara keikutsertaan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesi.
c.    Berdasar hal itu maka keterlibatan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, sepanjang masa, dan dalam segala situasi, misalnya dengan cara:
1)    Mengikuti pendidikan kewarganegaraan baik melalui jalur formal dan nonformal
2)    Membayar pajak yang berfungsi sebagai sumber pembiayaan negara untuk melaksanakan pembangunan.
d.    Dewasa ini, membayar pajak sebagai sumber pembiayaan negara merupakan bentuk nyata bela negara non fisik dari warga negara terutama dalam hal ketahanan nasional bidang ekonomi. Seperti tercantum pada Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945 Ayat 1 bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
e.    Upaya bela negara, selain sebagai kewajiban dasar manusia, juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.

Pandemi COVID-19 yang melanda sejak awal tahun 2020, menyebabkan perubahan cara hidup masyarakat menjadi minim kontak fisik dengan orang lain. Untuk menekan risiko penyebaran virus corona akibat pertemuan tatap muka, acara Pajak Bertutur 2021 dilaksanakan dengan format webinar, melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube DitjenPajakRI.

Kegiatan ini akan dibuka oleh Direktur Jenderal Pajak, dilanjutkan dengan Menteri Menyapa oleh Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dimoderatori oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat.

Pada kegiatan ini juga terdapat seminar penelitian dengan judul “Tax Education and  Tax Awareness: An Analysis on Indonesian Tax Education Program” yang disajikan oleh Ibu Christine Tjen, SE, Ak, M.Int.Tax,CA beserta Tim peneliti TERC FEB UI.

C.    Rangkaian Kegiatan:

No Uraian Pengisi
1 Pembukaan Pajak Bertutur 2021 Direktur Jenderal Pajak
2 Menteri Menyapa Menteri Menyapa:
1.    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, SE, M.Sc., Ph.D.
2.    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makari, B.A., M.B.A
Moderator:
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmaldrin Noor, S.E., M.Sc.
3 Peluncuran game Edukasi Perpajakan pemenang Lomba Cipta Game Edukasi Perpajakan Menteri Keuangan
4 Pemberian penghargaan Edutax Award Menteri Keuangan
5 Seminar paper “Tax Education and  Tax Awareness: An Analysis on Indonesian Tax Education Program” Penyaji:
Wakil Kepala Bidang Administrasi dan Keuangan LPEM FEB UI Christine Tjen, SE, Ak, M.Int.Tax,CA beserta Tim peneliti TERC FEB UI
Pembahas:
Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak Dr. Nufransa Wira Sakti, S.Kom., M.Ec.
Penutup:
Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia Prof. Mardiasmo, M.B.A., Ph.D
Moderator:
Putri Indonesia Riau 2019, Founder Kultara dan Natuno Lab Sabrina Anggraini
6 Pengumuman pemenang Lomba Tutur Pajak 2021 dan Lomba Pajak.com Writing Festival 2021 Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmaldrin Noor, S.E., M.Sc.
7 Pembagian Doorprize Panitia
8 Penutup Panitia

 

Pajak Bertutur 2021 ini dilaksanakan oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak dan 626 Unit Vertikal Direktorat Jenderal Pajak secara serentak di seluruh indonesia dengan melibatkan lebih dari 600 sekolah dan perguruan tinggi serta lebih dari 18.000 pelajar dan mahasiswa.

Pajak Bertutur 2021 disiarkan secara livestreaming melalui akun Youtube DitjenPajakRI atau bit.ly/livepatur2021
Panitia Pajak Bertutur 2021
Narahubung : Sella 0852 6256 9510
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


© 2021 Direktorat Jenderal Pajak