Pahami Manfaat PPS, Nasabah Prioritas BRI Balikpapan Masuk Kelas

Pahami Manfaat PPS, Nasabah Prioritas BRI Balikpapan Masuk Kelas

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Nasabah prioritas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Balikpapan mengikuti Kelas Pajak Program Pengungkapan Sukarela (PPS) secara daring yang diselenggarakan oleh BRI Cabang Balikpapan di Balikpapan, Kalimantan Timur (Senin, 7/3). Selain nasabah prioritas, para karyawan BRI Cabang Balikpapan juga turut mengikuti kelas pajak tersebut.

Bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Timur dan Utara, BRI Cabang Balikpapan menghadirkan narasumber Fungsional Penyuluh Pajak Ahli Muda Agus Sugianto dalam kelas pajak PPS.

“Program ini memberikan kesempatan kepada wajib pajak di Indonesia untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum terpenuhi secara sukarela melalui pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) berdasarkan pengungkapan harta,” ujar Agus Sugianto saat mengawali kelas.

Lebih lanjut, Agus Sugianto menjelaskan bahwa terdapat dua kebijakan dalam program PPS yang dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak. Kebijakan pertama, pembayaran PPh Final berdasarkan pengungkapan harta yang tidak atau belum sepenuhnya dilaporkan oleh peserta program Pengampunan Pajak. Sedangkan pada kebijakan dua pembayaran PPh Final berdasarkan pengungkapan harta yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2020.

Kelas pajak dimulai pada pukul 16.15 WITA dengan materi pengenalan Program Pengungkapan Sukarela oleh Fungsional Penyuluh Pajak Ahli Muda Agus Sugianto. Dalam materinya, Agus Sugianto menjelaskan tentang maksud program ini dan ketentuan untuk mengikutinya. Pada akhir sesi kelas pajak, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi dengan narsumber seputar PPS.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak dan diselenggarakan berdasarkan asas kesederhanaan, kepastian hukum, serta kemanfaatan,” pungkas Agus Sugianto.


© 2022 Direktorat Jenderal Pajak