Kompak, Pimpinan dan Nasabah Prioritas BNI Jabar Pahami PPS

Kompak, Pimpinan dan Nasabah Prioritas BNI Jabar Pahami PPS

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Lima belas pimpian Kantor Cabang Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Jawa Barat bersama 74 Nasabah Emerald (nasabah besar/prioritas BNI) mengikuti diseminasi daring Kupas Tuntas Pengungkapan Sukarela dengan tema  “Ungkap, Tebus, Lega, untuk Indonesia Lebih Baik” yang digelar oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah BNI Wilayah 4 dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I di Gedung Keuangan Negara, Bandung, Jawa Barat (Senin, 7/3). 

Kepala Kanwil BNI Wilayah 4 Edy Awaludin membuka kegiatan diseminasi. Dalam sambutannya, Edy mengatakan, "Banyak nasabah BNI yang penasaran dan bertanya tentang Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang diusung oleh Direktorat Jenderal Pajak. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan para peserta dapat mengikuti dan menyimak kegiatan sosialisasi PPS ini dengan baik." Lebih lanjut, Edy Awaludin mengapresiasi kerja sama antara Bank BNI dan Kanwil DJP Jawa Barat I dalam penyelenggaraan kegiatan sosialisasi PPS. Edy Awaludin berharap kerja sama ini dapat berlanjut ke depannya.

Selanjutnya, Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Erna Sulistyowati berterima kasih kepada seluruh jajaran Kanwil BNI Wilayah 4 yang telah bersinergi bersama Kanwil DJP Jawa Barat I dalam penyelenggaraan kegiatan sosialisasi PPS ini. Erna juga mengapresiasi para Wajib Pajak yang telah berkontribusi pada negara sehingga penerimaan negara dari sektor pajak tercapai seratus persen.

Lebih lanjut, Erna menjelaskan mengenai PPS, "Program PPS ini merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP) yang menjadi harapan bersama para wajib pajak. PPS menjadi keinginan banyak orang baik itu pengusaha maupun para stakeholder lainnya dan bukan hanya keinginan orang pajak saja. Harta yang lupa dilaporkan seperti cash, properti, dan lain-lain pada Program Tax Amnesty (TA) beberapa tahun lalu bisa diakomodasi melalui Program PPS ini."

Di samping itu, Erna juga mengungkapkan alasan mengapa wajib pajak perlu mengikuti Program PPS. "Program ini hanya berlaku selama 6 bulan saja. Dengan periode waktu 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2022. Pada waktu yang sangat singkat tersebut, saya berharap para nasabah BNI yang juga merupakan wajib pajak dapat mengikuti program Pengungkapan Sukarela dengan sebaik-baiknya," ungkap Erna.

Erna juga menegaskan bahwa untuk mengikuti PPS, wajib pajak tidak perlu datang ke kantor pajak. Wajib pajak dapat mengkuti PPS secara daring. “Apabila nanti masih ada informasi yang kurang jelas atau kurang paham, (wajib pajak) bisa langsung menghubungi Call Center DJP dengan narahubung yang tersedia di masing-masing unit kerja atau bisa melalui Tim Penyuluh,” imbuh Erna.

Setelah penyampaian sambutan dari Kepala Kanwil BNI Wilayah 4 dan Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I, peserta mengikuti sesi paparan materi mengenai PPS dari Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jawa Barat I sebagai narasumber yakni Rudy Rudiawan, Adhitia Mulyadi dan Dwi Wahyuningsih. Acara berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB. Pada sesi terakhir diseminasi, peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi dengan para narasumber.


© 2022 Direktorat Jenderal Pajak