Singgung Ghozali, Dosen UDINUS “Harusnya Bayar Pajak!”

Singgung Ghozali, Dosen UDINUS “Harusnya Bayar Pajak!”

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

“Saya yakin di sini pasti banyak dari kalian yang nyambi jadi freelancer,” ujar Dosen Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang Juli Ratnawati pada webinar yang bertajuk “Bagaimana Kewajiban serta Strategi Pemerintah Membangun Kesadaran Pajak bagi Freelancer dan Pekerja Lepas di Era Digitalisasi"  (Rabu, 16/3). 

Tax Center UDINUS bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I menyelenggarakan webinar perpajakan yang dihadiri oleh dua ratus mahasiswa FEB UDINUS. Melalui webinar tersebut, UDINUS ingin mengedukasi para mahasiswa tentang aspek perpajakan bagi para pekerja lepas (freelancer).

Juli menekankan bahwa sebagian besar penerimaan negara berasal dari pajak penghasilan dan para pekerja lepas seharusnya ikut andil berkontribusi menjadi bagian dari sumber penerimaan negara. “Kalo kalian cinta pada negara ini, sebagai freelancer harusnya kalian bayar pajak! Jangan hanya menyalahkan pemerintah. Coba introspeksi apakah kita sudah cinta pada negeri ini?” tanya Juli.

Sambil menyinggung soal Ghozali, mahasiswa UDINUS yang sempat viral karena penjualan NFT dan sekarang ramai diundang sebagai bintang tamu di berbagai kota, Juli menyebutkan beberapa profesi freelancer.

“Ghozali sekarang sudah laris dan menghasilkan. Profesi lain yang menghasilkan juga banyak seperti analis, voice over, data entry, perencana keuangan, editor foto, influencer,” sebut Juli. “Kalian bisa saja menjadi salah satu dari berbagai profesi tadi,” imbuhnya.  

Pada sesi berikutnya, Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jateng I Sri Juaeni dan Rizky Kherosinta menyampaikan materi mengenai kewajiban perpajakan. Tim penyuluh menjelaskan tentang apa saja yang harus dipahami seorang pekerja lepas dan peranan pemerintah dalam perkembangan profesi pekerja lepas di era digital. Webinar berlangsung selama tiga jam dan ditutup dengan sesi tanya jawab.


© 2022 Direktorat Jenderal Pajak