"Ungkap Sukarela" Masih Berlaku, SmartFM Siarkan Ini

"Ungkap Sukarela" Masih Berlaku, SmartFM Siarkan Ini

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Melalui kanal 96,7 FM, Radio SmartFM menyiarkan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada masyarakat Balikpapan dan sekitarnya (Rabu, 9/3). Radio SmartFM menghadirkan Fungsional Penyuluh Pajak Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) Edwin Widiatmoko dan Agus Sugianto sebagai narasumber yang akan menjelaskan seputar PPS yang dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak sampai dengan 30 Juni 2022.

“PPS merupakan program yang memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran PPh berdasarkan pengungkapan harta,” ujar Fungsional  Penyuluh Pajak Edwin Widiatmoko.

Bersama penyiar SmartFM Etty Hariyani, Agus Sugianto menjelaskan bahwa untuk pengajuan Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta atau disebut (SPPH) dalam bentuk e-form disampaikan secara online pada laman DJP Online. "Tentunya wajib pajak tidak perlu datang atau antre ke kantor pajak," imbuhnya.

“Peserta PPS dapat menyampaikan SPPH kedua, ketiga dan seterusnya sampai periode program ini berakhir, namun jika dalam pengajuan permohonan terdapat kelebihan setor maka atas kelebihannya dapat meminta pengembalian atau pemindahbukuan,” terangnya.

Agus menyampaikan bahwa apabila wajib pajak sudah menyampaikan SPPH, peserta PPS dapat mencabut SPPH dengan mengisi SPPH selanjutnya dengan angka "0". Wajib pajak dapat meminta kembali uang yang telah disetor dengan mekanisme pengembalian atau pemindahbukuan. “Namun, peserta yang sudah mencabut permohonan dengan angka 0 tadi, tidak dapat lagi menyampaikan SPPH berikutnya sesuai kepesertaan yang dicabut,” terangnya.

Siaran kali ini dikemas dalam dialog interaktif dan turut disiarkan langsung melalui akun Youtube SmartFM Balikpapan. Pada akhir sesi siaran, Edwin dan Agus mengajak masyarakat Balikpapan untuk memanfaatkan fasilitas PPS sebelum program ini berakhir.

“PPS adalah sebuah kesempatan yang menguntungkan yang apabila dilewatkan maka kesempatan itu akan hilang,” pungkas Edwin.


© 2022 Direktorat Jenderal Pajak