Manfaatkan Media Digital, DJP WP Besar Edukasi PPS

Manfaatkan Media Digital, DJP WP Besar Edukasi PPS

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar menyelenggarakan kegiatan edukasi perpajakan berupa kelas pajak daring dengan memanfaatkan fitur siaran langsung Instagram (Instagram Live) dan Zoom Meeting dengan tema Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang bertajuk “Bincang Pajak Asyik: Lebih Dekat Dengan PPS–Mengapa berdasarkan harta bersih?” (Senin, 21/2).

“PPS adalah pemberian kesempatan kepada Wajib Pajak untuk melaporkan/mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran PPh berdasarkan pengungkapan harta,” ujar Fungsional Penyuluh Ahli Madya Kanwil DJP Wajib Pajak Besar Didy Supriyadi mengawali sesi kelas pajak.

Kelas Pajak PPS merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Kanwil DJP Wajib Pajak Besar mulai dari bulan Januari tahun 2022 sampai dengan bulan Maret tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengedukasi wajib pajak terkait manfaat dari PPS oleh Tim Penyuluh Pajak Kanwil DJP Wajib Pajak Besar.

“Meskipun sistem perpajakan di Indonesia adalah self assessment, namun dalam pelaksanaanya DJP berwenang untuk menguji kepatuhan kewajiban perpajakan dari wajib pajak. Ketika wajib pajak memiliki harta yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan, ini ada program pengungkapan untuk mendorong wajib pajak secara sukarela mengungkapkan kekurangan-kekurangan harta yang belum disampaikan pada SPT Tahunan,” imbuh Didy.

Pada kegiatan kelas pajak kali ini, narasumber menyampaikan pembahasan yang difokuskan pada empat hal yaitu urgensi melaporkan harta dan kewajiban dalam SPT Tahunan, kaitan PPS dengan harta bersih wajib pajak, pentingnya mengikuti PPS, dan cara mengikuti PPS. Selain itu, Didy Supriyadi dan Ahmad Rif’an selaku narasumber turut memaparkan manfaat yang dapat diperoleh wajib pajak apabila memanfaatkan PPS.

Didy menjelaskan dalam paparannya, ”Manfaat yang dapat dirasakan oleh wajib pajak peserta program Tax Amnesty (TA) yang masih ada harta yang belum dilaporkan dalam Surat Pernyataan Harta (SPH) tidak akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam UU Tax Amnesty apabila wajib pajak mengikuti program ini. Sedangkan manfaat mengikuti PPS bagi wajib pajak peserta PPS nonpeserta TA adalah tidak diterbitkan ketetapan untuk kewajiban 2016—2020 kecuali ditemukan harta kurang diungkap, serta wajib pajak peserta PPS akan memperoleh perlindungan data karena data dan informasi yang diperoleh dari PPS yang diadministrasikan oleh Kementerian Keuangan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.”

Sebanyak puluhan wajib pajak bergabung melalui Instagram Live pada akun Instagram resmi Kanwil DJP Wajib Pajak Besar (@pajakwpbesar) dan Zoom Meeting untuk menyimak dan berdiskusi terkait PPS secara langsung bersama para narasumber.

”Kelas Pajak PPS ini diadakan setiap hari Senin oleh Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, tidak hanya terbatas untuk Wajib Pajak yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, melainkan terbuka bagi seluruh Wajib Pajak dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran pada tautan https://bit.ly/PPS_KANWILLTO,” pungkas Didy.


© 2022 Direktorat Jenderal Pajak