6 Kampus di Jakarta Selatan Siap Sukseskan Inklusi Kesadaran Pajak

6 Kampus di Jakarta Selatan Siap Sukseskan Inklusi Kesadaran Pajak

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Enam perguruan tinggi yang berada di wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Selatan II mengikuti Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) mengenai program Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan secara daring (Rabu, 15/12). Perguruan tinggi yang hadir pada DKT tersebut antara lain Universitas Pancasila, Universitas Nasional, Universitas Satya Negara Indonesia, Universitas Budi Luhur, dan Universitas Al-Azhar Indonesia yang telah menjadi Tax Center. Selain itu, turut hadir Universitas Tanri Abeng sebagai bakal Tax Center yang akan mulai bekerja sama dengan Kanwil DJP Jakarta Selatan II mulai tahun 2022 turut mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ferdy Alfonsus Sihotang memaparkan Program Inklusi Kesadaran Pajak yang merupakan salah satu bentuk edukasi pajak kepada masyarakat terkait kesadaran pajak yang terintegrasi dan terinternalisasi dalam suatu bagian dari media atau kegiatan lain yang dilaksanakan oleh pihak ketiga yang disebut Mitra Inklusi. Dalam hal ini, perguruan tinggi atau Tax Center sebagai Mitra Inklusi memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan pajak sehingga dapat lebih mudah diterima oleh orang lain khususnya para mahasiswa sebagai future taxpayer. Selain itu, membangun kesadaran pajak kepada para mahasiswa merupakan upaya bersama dalam membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter dengan menunjukkan nilai kesadaran pajak sebagai bagian dari bela negara dan cinta tanah air.

“Program ini dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran pajak pada generasi muda dengan menanamkan wawasan mengenai peran dan manfaat pajak kepada para mahasiswa sebagai Future Taxpayer dengan mengintegrasikan materi kesadaran pajak dalam dalam Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) yaitu Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama,” terang Ferdy.

Pada DKT kali ini, para dekan, perwakilan dosen, dan para pengurus Tax Center yang hadir mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana implementasi Program Inklusi Kesadaran Pajak sekaligus tahapan-tahapan yang dilakukan untuk memasukkan materi kesadaran pajak dalam bahan ajar dan soal ujian mata kuliah MKWU yang akan direalisasikan di tahun depan. Di samping itu, perwakilan dari perguruan tinggi juga memberikan pandangan, saran, dan masukkan terkait implementasi program Inklusi Kesadaran Pajak dan keterkaitannya dengan Kampus Merdeka dalam sesi diskusi. Di akhir sesi, seluruh perwakilan perguruan tinggi sebagai Mitra Inklusi menyambut baik dan siap bersinergi untuk melaksanakan program Inklusi Kesadaran Pajak di masing-masing perguruan tinggi.

“Program ini sebaiknya dilaksanakan berkelanjutan. Kami siap mendukung Program Inklusi Kesadaran Pajak,” tegas Kepala Tax Center Universitas Nasional Abdul Hadi.


© 2022 Direktorat Jenderal Pajak