• Call For Paper Perpajakan 2020 : Upaya Membangun Kepatuhan Melalui Riset
  • Call For Paper Perpajakan 2020 : Upaya Membangun Kepatuhan Melalui Riset
  • Call For Paper Perpajakan 2020 : Upaya Membangun Kepatuhan Melalui Riset

Call For Paper Perpajakan 2020 : Upaya Membangun Kepatuhan Melalui Riset

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan perpajakan, saat ini Direktorat Jenderal Pajak mengusulkan pendekatan penegakan hukum, layanan wajib pajak, serta edukasi wajib pajak dan masyarakat. Salah satu kegiatan edukasi yang telah dilakukan adalah mengelola program Inklusi Kesadaran Pajak dalam pendidikan, yaitu integrasi muatan kesadaran pajak dalam proses pembelajaran kepada peserta didik dari jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Untuk itu Kementerian Keuangan sedang dan telah melakukan kerjasama untuk mendukung program inklusi dengan beberapa kementerian dan lembaga, antara lain : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia. Program ini merupakan sebuah investasi dengan tujuan jangka panjang untuk membangun masa depan perpajakan Indonesia yang lebih baik. Riset dan pengembangan menjadi salah satu inisiatif karena melalui pendekatan riset akan dihasilkan kajian-kajian perpajakan yang memperkaya literasi perpajakan sehingga memperbanyak akses bagi masyarakat untuk menjadi sadar dan taat pajak.

Riset merupakan bagian yang penting dalam proses bisnis organisasi dalam menjalankan fungsinya. Riset yang dilakukan berguna dalam menyediakan informasi untuk mengembangkan kebijakan, produk peraturan, layanan, sumber daya manusia, organisasi, teknologi informasi dan lain sebagainya. Selain itu, riset tersebut dapat menjadi salah satu kanal edukasi kesadaran pajak melalui akademisi dimana output yang dihasilkan berupa kajian-kajian perpajakan yang dapat memperkaya literasi perpajakan. Maka dari itu, pengembangan riset yang berkelanjutan sangat dibutuhkan. Seiring dengan tujuan menyukseskan program inklusi kesadaran pajak, salah satu inisiatif terkait pembangunan lingkungan riset yang berkualitas adalah dengan pelaksanaan Call for Paper (CFP) Perpajakan.

Pada tahun ini, walaupun ditengah Pandemi, DJP kembali menyelenggarakan Call for Paper Perpajakan 2020 yang merupakan kali kedua setelah pertama kali dilaksanakan di tahun 2018. Kali ini, CFP Perpajakan 2020 mengangkat tema “Kebijakan dan Strategi Perpajakan yang Tepat dalam Upaya Menghadapi Pandemi Covid-19 dan Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional”. Di tengah kondisi Pandemi Covid-19, kebijakan fiskal mengambil peran penting dalam upaya pemulihan perekonomian nasional. Berbagai regulasi dan kebijakan telah dikeluarkan oleh DJP dalam mengatasi dampak Pandemi Covid-19 yang mana diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian wajib pajak dan kinerja serta target yang harus dicapai DJP. Selanjutnya, kondisi rasio kepatuhan wajib pajak sampai dengan saat ini belum optimal sehingga pemerintah masih perlu mempersiapkan langkah-langkah serta kebijakan lanjutan agar dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional serta meningkatkan kepatuhan perpajakan. Atas kondisi tersebut, masukan-masukan yang konstruktif dan berdayaguna dari riset berkualitas yang dilakukan sangat dibutuhkan sebagai bahan dalam rangka penyusunan kebijakan dan strategi perpajakan yang tepat dalam upaya menghadapi Pandemi Covid-19 dan mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Melalui Call for Paper Perpajakan memberikan kesempatan kepada akademisi, masyarakat umum dan lainnya untuk melakukan riset di DJP dan hasil riset yang diperoleh dari CFP perpajakan dapat menjadi bahan masukan untuk perumusan kebijakan perpajakan.

 Pendaftaran CFP Perpajakan 2020 telah ditutup pada 15 Oktober 2020 dan telah diterima 118 paper ilmiah. Setelah melalui proses editor dan review telah terpilih 35 paper ilmiah terbaik. Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang lolos seleksi, telah dilaksanakan Konferensi Nasional Perpajakan Tahun 2020 yang merupakan puncak acara dari rangkaian CFP Perpajakan 2020 pada hari Kamis tanggal 3 Desember 2020. Pada kegiatan tersebut berlangsung parallel session dari 35 paper terpilih dan diskusi panel. Dari 35 paper terpilih tersebut dilakukan penjurian dengan empat aspek penilaian meliputi Density, Clarity, Flow, dan Tone. Kemudian, hasil penilaian dewan juri tersebut menentukan 4 paper terbaik sebagai pemenang CFP Perpajakan yang diumumkan pada Konferensi Nasional Perpajakan Tahun 2020.

Selanjutnya, artikel-artikel terbaik yang diterima melalui Call for Paper Perpajakan 2020 nantinya akan dipublikasikan dalam Scientax, e-jurnal ilmiah perpajakan yang diterbitkan oleh DJP setiap semester di bulan April dan Oktober. E-jurnal tersebut memuat hasil penelitian ilmiah berupa kajian, baik secara teori maupun empiris, atas isu dan problematika seputar perpajakan di Indonesia maupun komparasi dengan negara lain dan telah diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak sebanyak 3 (tiga) kali.

Dengan kegiatan ini diharapkan akan menambah kesempatan bagi para akademisi bidang perpajakan untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang perpajakan serta menghasilkan kontribusi yang inovatif dalam membangun keilmuan dan tata kelola perpajakan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat sebagai salah satu metode edukasi kesadaran pajak kepada kalangan mahasiswa, peneliti dan masyarakat. Dengan demikian diharapkan akan melahirkan generasi bangsa yang sadar dan taat pajak di masa mendatang.

 

Penulis : Reza Meiladi


© 2021 Direktorat Jenderal Pajak