Belum Berakhir, PHRI Surakarta Ajak Puluhan Anggota Ikut PPS

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Surakarta menghadiri Sosialiasi Program Pengungkapan Sukarela (PPS) di Hotel Amrani, Surakarta, Jawa Tengah (Selasa, 15/3). Acara yang digelar oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah II, KPP Pratama Surakarta dan PHRI Cabang Surakarta diselenggarakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan dan dihadiri oleh sebanyak 64 anggota PHRI.

“Saya mengajak seluruh anggota PHRI untuk melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik dan benar," ajak Ketua PHRI Cabang Surakarta Abdullah Suwarno saat memberikan sambutan. Selain itu, Abdullah juga berbagi pengalaman ketika mengikuti program Tax Amnesty serta mengajak seluruh peserta mempertimbangkan manfaatkan mengikuti PPS sebelum batas waktu berakhir.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah II Slamet Sutantyo turut memberikan sambutan. Slamet menyampaikan bahwa kinerja penerimaan pajak dan sekilas informasi terkait PPS. Slamet memberikan apresiasi kepada Ketua dan seluruh anggota PHRI Cabang Surakarta atas sinergi yang baik dalam mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

“Di tengah pandemi dan pemberlakuan PPKM, kami berharap sektor perhotelan, restoran, dan pariwisata secara umum di Kota Solo bisa bertahan dan bangkit. Kita berdoa, semoga keadaan menjadi lebih baik, dan mobilitas masyarakat yang meningkat akan mendukung tingkat okupansi hotel dan kembali bergairahnya sektor pariwisata”, ujar Slamet.

Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jawa Tengah II Surono dan Wieka Wintari melanjutkan dengan membawakan materi PPS. Materi berisi definisi, manfaat, batas waktu, syarat, tarif dan cara untuk memanfaatkan PPS. Pada sesi tanya jawab di akhir acara, para Fungsional Penyuluh Pajak KPP Pratama Surakarta menjawab berbagai pertanyaan dari peserta sosialisasi.


 
Kadin Aceh: Pengusaha Perlu Edukasi Perpajakan Berkelanjutan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh bersinergi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Aceh menyelenggarakan diskusi dan sosialisasi perpajakan di Aula Balee Saudagar Aceh, Gedung Banda Aceh, Aceh (Selasa, 14/03). Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk sinergi antara Kadin Aceh dan Kanwil DJP Aceh.

Lebih dari tiga puluh anggota Kadin Aceh mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian besar peserta merupakan pelaku usaha ekonomi kreatif dari Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Kadin Aceh Muhammad Mada menyampaikan, “Para pimpinan asosiasi dan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Aceh untuk terus membangun komunikasi dan tidak sungkan untuk menghubungi pihak pajak dalam hal terdapat pengetahuan tentang perpajakan yang perlu diketahui.”

Lebih lanjut, Muhammad Mada menambahkan bahwa masih perlu adanya kegiatan edukasi perpajakan yang berkelanjutan untuk dapat memberikan pemahaman perpajakan yang utuh bagi pengusaha. Berbagai permasalahan perpajakan selama ini cenderung disebabkan kurangnya pemahaman terkait aturan dan bukan karena kesengajaan.

Muhammad Mada juga berharap ada keterbukaan antara Kadin Aceh dan Kanwil DJP Aceh. Menurutnya, sinergi antara Kadin Aceh dan Kanwil DJP Aceh bisa menjadi lebih baik dalam upaya membangun bangsa.

“Kantor Pajak diharapkan menjadi kantor kedua bagi anggota Kadin dan begitu juga sebaliknya Kantor Kadin Aceh harus menjadi kantor kedua bagi pegawai pajak untuk dapat terus memberikan pencerahan di bidang perpajakan,” imbuh Muhammad Mada.

Mewakili Kanwil DJP Aceh, Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Evy Masa Savitry menambahkan, “Kegiatan edukasi perpajakan ini merupakan langkah positif dan upaya kongkret dari Kanwil DJP Aceh dalam memberikan informasi dan pengetahuan terbaru terkait perpajakan. Kami berharap kegiatan ini dapat mendukung wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan.”

Kegiatan edukasi terbagi menjadi sesi paparan materi oleh Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Aceh dan sesi diskusi. Selama sesi paparan, peserta mendapatkan materi mengenai Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) serta pelaporan SPT Tahunan. 

Seusai sesi diskusi, Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Aceh sebagai narasumber menutup kegiatan edukasi. Narasumber berharap seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif dari Kadin Aceh dapat memahami lebih lanjut mengenai hak dan kewajiban perpajakan serta turut berpartisipasi dalam membangun perekonomian negara dengan membayar pajak.


Singgung Ghozali, Dosen UDINUS “Harusnya Bayar Pajak!”

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

“Saya yakin di sini pasti banyak dari kalian yang nyambi jadi freelancer,” ujar Dosen Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang Juli Ratnawati pada webinar yang bertajuk “Bagaimana Kewajiban serta Strategi Pemerintah Membangun Kesadaran Pajak bagi Freelancer dan Pekerja Lepas di Era Digitalisasi"  (Rabu, 16/3). 

Tax Center UDINUS bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I menyelenggarakan webinar perpajakan yang dihadiri oleh dua ratus mahasiswa FEB UDINUS. Melalui webinar tersebut, UDINUS ingin mengedukasi para mahasiswa tentang aspek perpajakan bagi para pekerja lepas (freelancer).

Juli menekankan bahwa sebagian besar penerimaan negara berasal dari pajak penghasilan dan para pekerja lepas seharusnya ikut andil berkontribusi menjadi bagian dari sumber penerimaan negara. “Kalo kalian cinta pada negara ini, sebagai freelancer harusnya kalian bayar pajak! Jangan hanya menyalahkan pemerintah. Coba introspeksi apakah kita sudah cinta pada negeri ini?” tanya Juli.

Sambil menyinggung soal Ghozali, mahasiswa UDINUS yang sempat viral karena penjualan NFT dan sekarang ramai diundang sebagai bintang tamu di berbagai kota, Juli menyebutkan beberapa profesi freelancer.

“Ghozali sekarang sudah laris dan menghasilkan. Profesi lain yang menghasilkan juga banyak seperti analis, voice over, data entry, perencana keuangan, editor foto, influencer,” sebut Juli. “Kalian bisa saja menjadi salah satu dari berbagai profesi tadi,” imbuhnya.  

Pada sesi berikutnya, Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jateng I Sri Juaeni dan Rizky Kherosinta menyampaikan materi mengenai kewajiban perpajakan. Tim penyuluh menjelaskan tentang apa saja yang harus dipahami seorang pekerja lepas dan peranan pemerintah dalam perkembangan profesi pekerja lepas di era digital. Webinar berlangsung selama tiga jam dan ditutup dengan sesi tanya jawab.


JNE Surabaya Ajak Mitra Paham dan Tertib Lapor SPT

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Lebih dari empat puluh mitra JNE Express yang berada di Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Sosialisasi Tata Cara Pengisian dan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Mitra Bhakti JNE Surabaya-Sidoarjo secara virtual di Surabaya, Jawa Timur (Rabu, 16/2). JNE Surabaya menghadirkan Tim Penyuluh Pajak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I sebagai narasumber.

“Sosialisasi ini akan membantu kita dalam pengelolaan manajemen yang baik sehingga kita bisa tertib dan paham terkait penyampaian SPT Tahunan,” tutur Kepala Cabang Utama JNE Surabaya Ninik Indrasari saat membuka sosialisasi.

Dalam sosialisasi ini, Tim Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jawa Timur I Samsul Arifin menyampaikan pentingnya pembukuan untuk menentukan besarnya pengenaan pajak. Di samping itu, Samsul Arifin juga menjelaskan cara penghitungan pajak penghasilan mulai dari pengenaan tarif, penghitungan penghasilan yang dikenakakan pajak dan yang dikecualikan, serta kredit pajak. Lebih lanjut, Samsul Arifin memaparkan perubahan tarif pajak penghasilan yang berlaku saat ini sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Untuk meningkatkan pemahaman wajib pajak, Samsul Arifin menayangkan video tutorial pengisian dan penyampaian SPT Tahunan melalui e-Form SPT disertai penjelasan yang lebih rinci terkait SPT Tahunan serta alur pengisiannya.

Pada akhir sesi, beberapa mitra JNE mengajukan pertanyaan terkait pengenaan pajak dan pelaporan SPT Tahunan. Wajib Pajak yang masih mengalami kesulitan dalam pengisian dan penyampaian SPT Tahunan dapat mengunjungi langsung ke Kantor Pelayanan Pajak di Surabaya dengan terlebih dahulu mengambil nomor antrian melalui kunjung.pajak.go.id atau memanfaatkan layanan daring melalui Telegram Kanwil DJP Jawa Timur I.

“Bapak dan Ibu yang masih bingung tentang pengisian SPT Tahunan dapat berkunjung ke kantor pajak dengan menerapkan protokol kesehatan supaya kita semua dapat tetap sehat,” pungkas Samsul Arifin.


Universitas Balikpapan Tingkatkan Kepatuhan Pajak Civitas Academica

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Universitas Balikpapan sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Kalimantan Timur turut mendorong tingkat kepatuhan pajak civitas academica dengan melaksanakan asistensi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bersama relawan pajak di Ruang Konferensi Uniba, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kamis, 10/3). Dalam pelaksanaan kegiatan asistensi ini, Universitas Balikpapan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Timur dan Utara.

“Saya harap kerja sama kita akan senantiasa terjalin ke depannya seperti yang sudah dilaksanakan,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan Dr. Drs. H. Tamzil Yusuf, M.M. saat membuka kegiatan asistensi pelaporan SPT Tahunan. “Saya menyambut baik kegiatan sinergi antara DJP dan Universitas Balikpapan,” imbuhnya.

Tim Penyuluh Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara mengawali kegiatan asistensi dengan penyampaian materi pengantar hak dan kewajiban perpajakan kepada dua puluh dosen dan staf Universitas Balikpapan. Salah satu anggota Tim Penyuluh Kanwil Edwin Widiatmoko menjelaskan bahwa setiap wajib pajak memiliki empat kewajiban perpajakan yang terdiri dari mendaftarkan diri, menghitung pajak, membayarkan pajak, dan melaporkan pajaknya.

“Hari ini kami mendampingi relawan pajak di Universitas Balikpapan untuk membantu Bapak dan Ibu dalam menunaikan salah satu kewajiban perpajakannya,” terang Edwin.

Edwin melanjutkan penyampaian materi mengenai pelaporan SPT Tahunan sekaligus praktek pelaporan SPT Tahunan secara daring melalui e-Filing.

Setelah sesi materi, Edwin bersama para relawan pajak melakukan asistensi pelaporan SPT Tahunan kepada para peserta. “Untuk melaporkan SPT Tahunan dengan e-Filing, tidak perlu datang ke kantor pajak, silakan Bapak dan Ibu membuka situs pajak.go.id pada gawai masing-masing,” tutur salah satu relawan pajak Dika Karlinda.

Kegiatan asistensi yang berlangsung dari pagi hingga pukul 12.00 WITA berjalan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan virus Covid-19. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta berhasil menyampaikan SPT Tahunan menggunakan e-Filing.


© 2022 Direktorat Jenderal Pajak