Previous Next

Workshop Penulisan Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU)

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Bogor, 25 Februari 2016

Sebagai salah satu tindak lanjut telah ditandatangi nota kesepahaman antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dengan Nomor MoU-21/MK.03/2014 dan Nomor 13/X/NK/2014 tanggal 17 Oktober 2014 tentang Peningkatan Kesadaran Perpajakan Melalui Pendidikan, Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak mengadakan workshop Penulisan Materi Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Inklusi Kesadaran Pajak pada tanggal 25 s.d. 27 Februari 2016.

Workshop ini dihadiri dan dibuka oleh Kasubdit Penyuluhan Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak (Sanityas Jukti Prawatyani) dan Kasubdit Pendidikan Akademik Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Edi Mulyono). Kasubdit Penyuluhan Perpajakan dalam sambutannya menyampaikan bahwa program inklusi kesadaran pajak ini, pada intinya DJP ingin menitipkan nilai-nilai kesadaran pajak kepada para akademisi. Para akademisi diharapkan dapat bersama-sama dengan DJP menabur atau menyemai nilai-nilai kesadaran pajak untuk dapat ditanamkan kepada peserta didik. Karena selama ini pajak hanya dipelajari oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah yang berkaitan dengan pajak, sehingga mahasiswa lain yang tidak mempelajari pajak kurang memiliki pengetahuan yang memadai. Pajak bukan semata-mata merupakan kewajiban, tetapi harus dimaknai sebagai kontribusi seorang warga negara terhadap negara.

Senada dengan Kasubdit Penyuluhan Perpajakan DJP, Kasubdit Pendidikan Akademik Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa kerjasama ini untuk menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini melalui Pendidikan Tinggi. Apabila inklusi kesadaran pajak dilaksanakan secara masif dan terstruktur, maka akan berdampak signifikan terhadap kepatuhan warga negara dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Beliau juga menyampaikan dalam penyisipan materi kesadaran pajak diharapkan tetap mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku dalam penyusunan kurikulum dalam buku MKWU.

Dalam workshop yang dilaksanakan di Hotel Salak The Herritage Bogor ini juga menghadirkan narasumber Ketua Tim Kurikulum Pendidikan Tinggi (Endrotomo) dan Guru Besar Universitas Terbuka (Udin S. Winataputra). Peserta yang hadir merupakan pada dosen dari berbagai universitas dan beberapa perwakilan dari  Kementerian Agama serta Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Hasil workshop berupa matriks capaian pembelajaran materi kesadaran pajak dalam MKWU. Selanjutnya penyusunan buku MKWU sesuai dengan pembagian kelompok yang telah ditentukan yaitu kelompok penulisan buku Pendidikan Kewarganegaraan, buku Pendidikan Pancasila, buku Bahasa Indonesia, serta kelompok penulisan buku Agama.

Buku MKWU ini nantinya akan digunakan sebagai bahan ajar utama Mata Kuliah Wajib Umum bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi juga dapat menyediakan buku lain sebagai buku referensi.