Previous Next

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pada 30 April 2019 bertempat di Aula Kanwil DJP SUMUT I berlangsung acara “Pelantikan Pengurus DPW Asosiasi Tax Centre Perguruan Tinggi (APTPETSI) Sumatera Utara dan pelepasan Relawan Pajak Kanwil DJP SUMUT I.

Pengurus DPW ATPETSI SUMUT yang dipimpin oleh Bapak Januri,SE,MM,M.Si sebagai Ketua DPW dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP ATPETSI yang diwakili oleh Koordinator Bidang Organisasi Bapak Doni Budiono.Turut hadir dalam pelantikan ini adalah Ka.Kanwil DJP SUMUT I Bapak Mukhtar.

Dalam sambutannya  Ka. Kanwil DJP SUMUT I berharap agar DPW ATPETSI SUMUT dapat menjadi mitra DJP dalam mengembangkan edukasi dan sosialisasi perpajakan kepada masyarakat.Selain itu DPW ATPETSI SUMUT diharapkan dapat membina Tax Centre yang sudah ada agar bisa berkembang lebih baik.

Bapak Doni Budiono yang mewakili Ketua Umum DPP ATPETSI berharap agar DPW ATPETSI SUMUT dapat menyusun program kerja yang mampu memberdayakan Tax Centre yang sudah ada dan dapat mendorong perguruan tinggi yang belum memiliki Tax Centre agar dapat memiliki Tax Centre juga.Beliau juga berharap DPW ATPETSI SUMUT dapat menjalankan program dan rencana kerja yang ditetapkan oleh DPP ATPETSI di SUMUT baik yang berkaitan dengan kerjasama dengan DJP maupun pemberdayaan Tax Centre yang sudah ada.

Dalam sambutannya Ketua DPW ATPETSI SUMUT Bapak Januri,SE,MM,M.Si menyatakan siap untuk mendorong perguruan tinggi yang belum memiliki Tax Centre agar segera memiliki Tax Centre.Selain itu Beliau juga berencana dalam kegiatan DPW ATPETSI SUMUT nantinya akan melibatkan mahasiswa sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami perpajakan.

Acara pelantikan ini juga diisi dengan dialog publik yang dibawakan oleh Bapak Doni Budiono.Dalam pemaparannya Bapak Doni berharap agar mahasiswa menjadikan Tax Centre yang ada di kampusnya sebagai sarana dan media untuk memahami dan mempelajari perpajakan mengingat ilmu perpajakan itu sangat aplikatif dan terus berkembang.Tax Centre juga diharapkan dapat melahirkan riset riset di bidang perpajakan yang dpat dimanfaatkan untuk mengembangkan ilmu perpajakan.Tax Centre juga diharapkan dapat melibatkan mahasiswa dalam kegiatannya untuk mengasah kemampuan soft skill mahasiswa di bidang perpajakan karena perpajakan itu tidak bisa hanya dibahas di kelas dalam kuliah tatap muka.

Pengurus DPW ATPETSI SUMUT periode 2019 - 2024 terdiri dari Januri,SE,MM,M.Si sebagai Ketua,Hatta Ridho,S.Sos,M.SP sebagai Wakil Ketua I,Suardi,SH,MH sebagi Wakil Ketua II,Nina Andriany Nasution,SE,Ak,M.Si sebagai Sekretaris,Rimbun C.D Sidabutar,SE,M.Si sebagai Wakil Sekretaris I,Mukhlis Lubis,S.IP,MM sebagai Wakil Sekretaris II,Syamsul Bahri Arifin,SE,Ak,MM,CA segai Bendahara,Elizar Sinambela,SE,M.Si sebagi Wakil Bendahara I,Tiurma Lumban Gaol,SP,MP sebagai Wakil Bendahara II,Sumardi Adiman,SE,M.Si,BKP sebagai Koordinator Bidang Riset/Penelitian,Dr.Thomas Sumarsan Goh,SE,SH,MM,BKP sebagai Koordinator Bidang Organisasi,Amran Manurung,SE,Ak,M.Si sebagai Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan,Indra Efendi Rangkuti,S.Sos sebagai Koordinator Bidang Humas dan Kerjasama.

DPW ATPETSI SUMUT menaungi 10 Tax Centre yang ada di SUMUT yaitu USU,UMSU,.Univ.Harapan, Univ.HKBP Nommensen,Univ.Methodist,Univ.Pembangunan Panca Budi,STIH YNI Pematang Siantar,STIE Bina Karya Tebing Tinggi,STIE Muhammadiyah Asahan dan Institut Teknologi Del Laguboti.

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pada Rabu 20 Maret 2019 di Pusat Pelayanan Terpadu USU dibuka Pojok e-Filing yang merupakan kerjasama antara USU dengan KPP Pratama Medan Polonia. Acara ini dihadiri oleh Rektor USU Prof.Dr.Runtung Sitepu,SH,M.Hum, Kepala KPP Pratama Medan Polonia Hendri Z beserta jajaran, Wakil Rektor II USU Prof Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar, M Ked (OG), Sp OG (K), Sekretaris Universitas Sumatera Utara Dr dr Farhat, M Ked (O.R.L-H.N.S), Sp.T.H.T-K.L.(K.), Para Dekan, Kepala Tax Centre USU Hatta Ridho,S.Sos,M.SP, Sekretaris Tax Centre USU Indra Efendi Rangkuti,S Sos dan unsur - unsur pimpinan di USU

Dalam sambutannya Kepala KPP Pratama Medan Polonia Hendri Z menyampaikan ucapan terimakasih atas kesediaan USU untuk memfasilitasi dibukanya Pojok e-Filing dan berharap Pojok e-Filing ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh civitas akamdemika USU untuk dapat menyampaikan SPT PPh OP 2018 tepat waktu dan benar.Bapak Hendri Z juga menyatakan saat ini jumlah dari sekitar 3600 dosenndan pegawai yang terdaftar di USU sebagian besar adalah Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Medan Polonia sehingga tingkat kepatuhan WP OP USU sangat signifikan bagi KPP Pratama Medan Polonia

Rektor USU dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada KPP Pratama Medan Polonia yang telah mempercayakan USU sebagai salah satu tempat untuk membuka Pojok e-Filing pada tahun 2019 ini.Beliau berharap Pojok e-Filing ini bisa membantu sivitas akademika USU untuk dapat menyampaikan SPT PPh OP 2018 dengan benar dan tepat waktu sehingga kewajiban untuk melapor SPT sebagai bagian dari kewajiban sebagai Wajib Pajak bisa dipenuhi dengan baik.Kehadiran Pojok e-Filing ini juga sangat membantu bagi warga USU karena warga USU cukup datang ke Biro Rektor USU di Pusat Pelayanan Terpadu USU untuk melapor SPT maupun mengurus e-Filing Identification Number (EFIN) tanpa repot repot ke Kantor Pelayanan Pajak

Rektor USU juga berharap kerjasama dengan Kanwil DJP SUMUT I khususnya KPP Pratama Medan Polonia dapat lebih ditingkatkan di masa depan

Dalam kesempatan ini Ka.KPP Pratama Medan Polonia menyerahkan Bukti Penyampaian Elektronik SPT sebagai bukti telah menyampaikan SPT PPh OP melalui e-Filing kepada Rektor USU Prof.Dr.Runtung Sitepu,SH,M.Hum dan Wakil Rektor II USU Prof Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar,  M Ked (OG), Sp OG (K)

Kegiatan Pojok e-Filing yang dipusatkan di Pusat Pelayanan Terpadu USU berlangsung dari tanggal 20-22 Maret 2019 jam 08.30-16.00 WIB dan melayani pengisian SPT PPh OP melalui e-Filing dan pengurusan EFIN (admin)

Previous Next

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

(Yogyakarta, 8/12/2018) Sebagai bagian dari upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar taat dan sadar pajak sekaligus untuk turut berpartisipasi dalam meningkatkan kegiatan literasi perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak bekerja sama dengan Asosiasi Penulis Indonesia Satupena mengusung acara Young Literary Forum:Muda Menulis! Bertempat di Pusat Budaya Natan Art Space, Kotagede, Yogyakarta, acara ini dihadiri oleh 78 penulis yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya untuk berdiskusi mengenai aspek perpajakan bagi penulis.

Acara dilangsungkan dengan narasumber perpajakan Aan ALmaidah Anwar, selaku Kasubdit Penyuluhan Perpajakan dan Anggrainy, selaku Kepala Seksi Pajak Penghasilan OP. Selain kedua narasumber dari DJP, workshop tersebut juga menggandeng 4 orang penulis berbakat Indonesia, di antaranya Dr. Nasir Tamara, penulis buku “revolusi Iran” yang juga merupakan ketua asosiasi penulis Indonesia SatuPena, Irwan Bajang, Dyah Merta dan Hasta Indriyana. Dr Max Lane, pengajar yang juga merupakan penerjemah karya masterpiece penulis kebanggan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, juga turut hadir dan menjadi salah satu panelis dalam kegiatan tersebut.

Dr. Nasir Tamara, yang juga merupakan tuan rumah pada forum tersebut, memaparkan pentingnya peran ekosistem penulisan pada kesuksesan seorang penulis. Beliau menuturkan bahwa agar seorang penulis dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari karya yang ditulisnya, networking dengan seluruh bagian dari ekosistem penulisan, baik dari sisi editor, penerbit, penerjemah, kritikus dan lain sebagainya harus dibangun. “Nah, salah satu bagian dari ekosistem penulisan ini adalah dari perpajakan, karena menurut Undang-Undang, semua penulis yang mendapatkan penghasilan di atas Penghasilan Tidak kena Pajak wajib membayar pajak,”tambahnya.

Aan Almaidah Anwar selaku salah satu narasumber materi aspek perpajakan bagi penulis memaparkan kepada para peserta forum mengenai peran pentingnya pajak dalam keberlangsungan kehidupan masyarakat Indonesia, tak terkecuali para penulis. “Membayar pajak itu seperti sedekah ke negara, dan keikhlasan bersedekah, walaupun sedikit, biasanya akan memicu datangnya rejeki kepada pemberi sedekah”, tutur beliau di hadapan para penulis muda. Selain itu, beliau juga menawarkan untuk melibatkan para peserta dalam kegiatan bedah buku yang secara rutin diselenggarakan oleh Direktorat P2Humas. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pajak, kepada para penulis muda agar dapat lebih berkembang dan berkarya.

Materi mengenai aspek pajak penghasilan bagi penulis yang disampaikan oleh Anggrainy dari Direktorat Peraturan Perpajakan II, ternyata mendapatkan atensi penuh dari para peserta. Beberapa pertanyaan mengenai bagaimana menghitung dan membayar pajak penghasilannya sebagai penulis dilontarkan dengan antusias oleh peserta, termasuk mengenai kontroversi pengenaan pajak penghasilan yang dialami oleh seorang penulis beken, Tere Liye, beberapa waktu lalu. Sebelum menutup acara, Aan menghimbau para penulis untuk ikut membantu pemerintah menjadi agen edukasi kepada masyarakat agar menjadi sadar dan taat pajak melalui goresan pena masing-masing. (ayoe)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

(Jakarta, 14/3/2019) Dalam rangka membangun lingkungan riset, DJP telah menyelenggarakan kegiatan ilmiah berupa Seminar Nasional Perpajakan 2019. Dengan kegiatan seminar ini diharapkan memberikan agenda bagi dunia akademisi bidang perpajakan untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang perpajakan serta menghasilkan kontribusi yang inovatif dalam membangun keilmuan dan tata kelola perpajakan di Indonesia. Selain itu, kegiatan seminar ini juga bermanfaat sebagai salah satu metode edukasi kesadaran pajak kepada kalangan mahasiswa, peneliti dan masyarakat.

Kita ketahui bersama bahwa riset merupakan salah satu bagian penting dalam proses bisnis organisasi untuk menjalankan fungsinya. Riset sangat berguna dalam menyediakan informasi untuk mengembangkan kebijakan, produk peraturan, layanan, sumber daya manusia, organisasi, teknologi informasi dan lain sebagainya. Untuk itu riset harus selalu dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi edukasi perpajakan, DJP juga menyelenggarakan ijin riset bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas untuk melaksanakan riset perpajakan. Untuk menyelaraskan dengan kebutuhan, riset tersebut dapat diarahkan untuk membuat analisa dampak kebijakan serta kajian dalam penyusunan aturan perpajakan.

Seminar Nasional Perpajakan 2019 diselenggarakan pada 13-14 Maret 2019 bertempat di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jln Jend Gatot Subroto Kav 40-42, Jakarta. Pada pagelaran tersebut diumumkan 3 (tiga) terbaik Call for Paper Perpajakan 2018. Berikut paper tersebut.

Ketiga paper yang terpilih sebagai karya terbaik Call for Paper Perpajakan 2018 yang diumumkan pada Seminar Nasional Perpajakan 2019 ini adalah:
1. Who Avoid Taxes? An Empirical Study from the Case of Indonesia, oleh Agung Endika Satyadini, Restu Rea Erlangga dan Brigitta Steffi Valegata De Kekko Gani.
2. Does Financial Secrecy Affect Profit Shifting?, oleh I Wayan Agus Eka.
3. Demographic Transition and Tax Revenue in Indonesia, oleh Yuventus Efendi, Wahyu Hidayat, dan Asep Nurwanda.

Sebelumnya, telah dipilih dan diumumkan 28 paper terbaik Call for Paper Perpajakan 2018.

Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi di laman edukasi.pajak.go.id/callforpaper2018 atau edukasi.pajak.go.id/seminar2019. (admin)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Yogyakarta, 22-23 Januari 2019, pagi yang cerah di awal tahun 2019 dikala jalan di lingkungan kampus kerakyatan masih lengang karena mahasiswa sedang menjalani masa liburan semester. Fakultas FIlsafat Universitas Gadjah Mada sudah bergerak serentak bersama para dosen untuk mempersiapkan perkuliahan Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) semester genap tahun ajaran 2018/2109. 

Bertempat di ruang Persatuan Gedung Notonagoro Fakultas Filsafat UGM, para dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Umum dilingkungan UGM beserta para Guru Besar berkumpul untuk menyatukan langkah dalam menyongsong proses pembelajaran MKWU di semester genap tahun ajaran 2018/2019. Acara bertajuk Workshop Pembekalan Dosen Pengampu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Universitas Gadjah Mada, Updating Pendidikan Pancasila, Inklusi Kesadaran Pajak dan Anti Korupsi Tahun 2019 diikuti kurang lebih 70 dosen dan guru besar dilingkungan UGM. 

Acara ini diinisiasi oleh Fakultas Filsafat bekerjasama dengan Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara dibuka langsung oleh Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa begitu banyak persoalan bangsa dari persoalan radikalisme, integrasi hingga hoax yang kuat mengemuka. Oleh karena itu, menurutnya, untuk menepis banyak persoalan tersebut perlu digalakkan kembali pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU), apalagi dengan dipusatkannya pembelajaran MKWU di Fakultas Filsafat akan membentuk karakter persatuan dan ke-Indonesiaan yang lebih kuat karena akan multidisipliner dalam keilmuan dari berbagai Fakultas yang ada di UGM. 

Acara yang dilaksanakan dalam dua hari tersebut diisi oleh para pemateri yang sangat kompeten dibidangnya. Dari Kementerian Riset dan Teknologi menampilkan Drh. Sirin Wahyu Nugroho, Kasubdit Pendidikan Akademik, Direktorat Pembelajaran yang membahas tentang kebijakan Kemenristekdikti tentang penyelenggaraan MKWU di Perguruan Tinggi. Kemudian pada sesi siang di hari pertama diisi dengan diskusi panel oleh Prof. Dr. Kaelan, M.S. yang menyampaikan tentang Pancasila dalam Kajian Akademik yang dilanjutkan oleh Dr. Rizal Mustansyir yang menyampaikan tentang Buku Acuan Pembelajaran MKWU DIKTI dan Cara Penggunaannya, diskusi dipandu oleh moderator Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D., of Arts. 

Hari kedua, acara diisi dengan materi yang tidak kalah menarik. Sesi pertama diisi dengan paparan tentang Nilai-nilai Pancasila, dan strategi penyampaiannya melalui Pendidikan karakter di Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Yudi Latief, M.A. Ph.D., pakar Pancasila yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, acara dimoderatori oleh Dr. Heri Santoso Kepala Pusat Studi Pancasila UGM. 

Sesi kedua diisi dengan sharing oleh Sanityas Jukti Prawatyani, Ak., M.B.T., Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah DJP Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sesi ini disampaikan tentang perjalanan dari awal mula konsep Inklusi Kesadaran Pajak hingga terwujudnya buku-buku materi Kesadaran Pajak yang diinklusikan dalam Mata Kuliah Wajib Umum yang saat ini digunakan untuk salah satu pedoman pembelajaran kepada mahasiswa di perguruan tinggi dimana salah satunya adalah peran para dosen MKWU di Fakultas Filsafat UGM dalam mewujudkan Inklusi Kesadaran Pajak melaluai MKWU hingga ditunjuknya UGM sebagai salah satu Kampus Piloting Pengajaran Kesadaran Pajak dalam MKWU. Acara dimoderatori oleh Moh. Fuad S.T., M.T., Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Kanwil DJP D.I. Yogyakarta. 

Hari kedua workshop diakhiri dengan penyampaian Muatan Anti Korupsi dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi oleh Dr. Oce Madril, S.H., M.A., dari Pusat Kajian Anti Korupsi UGM dengan moderator Dr. Hastanti Widy Nugroho. 

Dalam acara yang berlangsung selama dua hari ini juga menampung aspirasi, masukan dan saran dari para dosen terkait pelaksanaan pembelajaran MKWU yang telah dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 yang telah berakhir untuk menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran MKWU disemester berikutnya, termasuk evaluasi atas materi inklusi kesadaran pajak yang sudah mulai dilakukan pembelajaran pada semester ganjil. 

Diharapkan dari acara ini bisa menjadi bahan perbaikan dari semua sisi atas pelaksanaan pembelajaran MKWU yang diharapkan bisa membentuk karakter mahasiswa yang mengamalkan Pancasila, cinta tanah air dan bangsa serta memiliki kesadaran pajak ketika sudah masuk kedalam dunia kerja setelah lulus dari UGM.  (Moh. Fuad)

#inklusikesadaranpajakugm  #ugm #mahasiswasadarpajak #jogjaistimewa #kanwildjpdiy