User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Latar Belakang Program Kerja Kesiswaan

Upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu hidup bersaing adalah tuntutan dari perkembangan zaman pada saat ini. Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak kentara.

Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pendidikan berkewajban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi sangatlah diharapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (sman64jkt.sch.id/program-kerja-kesiswaan, diakses 20 Oktober 2016).

Tujuan  Program Kerja Kesiswaan

  1. Mengembangkan seluruh potensi siswa secara maksimal, baik potensi akademik maupun non akademik. 
  2. Menyiapakan warga negara menuju masyarakat belajar yang cerdas dan memahami nilai-nilai masyarakat yang beradab. 
  3. Menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa sehingga timbul kecakapan hidup (life skill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. 
  4. Memberikan kemampuan minimal untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan hidup bermasyarakat 
  5. Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah 
  6. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar. 
  7. Meningkatan apresiasi dan penghayatan seni. 
  8. Menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan Pancasila. 
  9. Meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi siswa untuk memantapkan keseimbangan antara pertumbuhan jasmani dan rohani. 

Ruang Lingkup Program Kesiswaan:

  1. Program Pembinaan Kesiswaan (OSIS)
  2. Program Pembinaan Ekstrakurikuler
  3. Program Unggulan Akademik dan Non Akademik.

Inklusi Kesadaran Pajak dalam Kegiatan kesiswaan merupakan strategi menanamkam nilai-nilai kesadaran pajak melalui berbagai kegiatan di luar sekolah.

Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, upaya menanamkan kesadaran pajak dapat dilakukan melalui kegiatan kesiswaan. Strategi ini digunakan untuk memperkuat pembentukan sikap yang telah dilakukan dalam proses belajar mengajar. Kegiatan kesiswaan yang dapat diberikan muatan kesadaran pajak, seperti; kegiatan ekstrakurikuler Duta Pajak, company visitTax Goes To School, Pekan Kreatifitas Siswa, Pekan Olahraga, Olimpiade Perpajakan, Lomba Menulis, kegiatan kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, pesantren kilat, dll

Kegiatan Pramuka sebagai salah satu kegiatan kepemudaan yang ditujukan untuk membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, mempunyai jiwa patriotik, taat terhadap hukum, dan disiplin. Selain itu juga pribadi yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia, serta memiliki dan menguasai kecakapan hidup. Pramuka diharapkan menjadi kader bangsa yang mampu menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengamalkan Pancasila, dan melestarikan lingkungan hidup kunjungan. Dengan menanamkan kesadaran pajak melalui kegiatan kepramukaan dihaarpkan dapat menumbuhkan jiwa cinta tanah air dan bela negara secara non fisik dengan menjadi warga negara yang mempunyai kesadaran membayar pajak.

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Bagian ini berisi buku ajar, buku pengayaan dan juga buku pelatihan yang nantinya dapat digunakan oleh para siswa dalam mempelajari tentang ilmu pengetahuan sekaligus belajar tentang kesadaran pajak.

              

 

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Inklusi melalui pembelajaran adalah integrasi materi kesadaran pajak melalui proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.  Pembelajaran sebagai proses belajar dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan pengetahuan siswa sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran yang didukung dengan sumber belajar seperti buku ataupun sumber belajar yang lain.

Pendidikan Dasar dan Menengah. Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, model pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013, adalah[1]:

  1. Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning)

Model pembelajaran Inkuiri biasanya lebih cocok digunakan pada pembelajaran matematika, tetapi mata pelajaran lain pun dapat menggunakan model tersebut asal sesuai dengan karakteristik KD atau materi pembelajarannya.

  1. Model pembelajaran Discovery (Discovery Learning)

Model pembelajaran ini bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan pengetahuan yang telah atau akan dipelajarinya.

  1. Model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning)

Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi, membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum, memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif

  1. Model Pembelajaran Berbasis Permasalahan (Problem Based Learning).

Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan komplek yang dilakukan peserta didik dalam melakukan investigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi, membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subyek (materi) dalam kurikulum, memberikan kesempatan kepada para peserta didik dalam sebuah proyk kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulm, memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.

[1]https://ibnufajar75.wordpress.com/2014/05/31/model-model-pembelajaran-yang-sesuai-dengan-kurikulum-2013

Previous Next

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

Jumlah Peserta didik tingkat SMA dan sederajat pada tanggal 8 Oktober 2016 adalah sebagai berikut.

               

PROVINSI

SMA/MA

SMK

TOTAL

Negeri

Swsata

JML

Negeri

Swsata

JML

Satuan Pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

Pendidikan Dasar & Menengah

7,414

14,948

22,362

3,479

10,348

13,827

36.189

Jumlah Peserta Didik

3,355,158

1,190,661

4,545,819

1,945,274

2,540,615

4,485,889

9,031,708

Jumlah Tenaga Pendidik & Kependidikan

222,353

88,570

310,923

139,858

154,245

294,103

605,026

Sumber data: http://referensi.data.kemdikbud.go.id/. (data per Provinsi dapat dilihat pada tautan tersebut)

Banyaknya jumlah siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas merupakan potensi yang sangat besar dan selayaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam inklusi kesadaran pajak. Kesadaran pajak yang diajarkan sejak dini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kepatuhan dan kesadaran pajak di masa yang akan datang. 

 

Subcategories