User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Inklusi Kesadaran Pajak dalam Kegiatan kesiswaan merupakan strategi menanamkam nilai-nilai kesadaran pajak melalui berbagai kegiatan di luar sekolah. Sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, upaya menanamkan kesadaran pajak dilakukan melalui kegiatan kesiswaan. Strategi ini digunakan untuk memperkuat pembentukan sikap yang telah dilakukan dalam proses belajar mengajar. Kegiatan kesiswaan yang dapat diberikan muatan kesadaran pajak, seperti; kegiatan ekstrakurikuler Duta Pajak, company visitTax Goes To School, Pekan Kreatifitas Siswa, Pekan Olahraga, Olimpiade Perpajakan, Lomba Menulis, kegiatan kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, pesantren kilat, dll

Kegiatan Pramuka sebagai salah satu kegiatan kepemudaan yang ditujukan untuk membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, mempunyai jiwa patriotik, taat terhadap hukum, dan disiplin. Selain itu juga pribadi yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia, serta memiliki dan menguasai kecakapan hidup. Pramuka diharapkan menjadi kader bangsa yang mampu menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengamalkan Pancasila, dan melestarikan lingkungan hidup kunjungan. Dengan menanamkan kesadaran pajak melalui kegiatan kepramukaan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa cinta tanah air dan bela negara secara non fisik dengan menjadi warga negara yang mempunyai kesadaran membayar pajak.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kegiatan pembelajaran pada kegiatan inti pada dasarnya mengikuti sintaks metode yang diterapkan oleh guru. Berikut disajikan contoh sikap yang ditumbuhkan apabila guru menerapkan pembelajaran dengan metode ilmiah. Khususnya dalam pembelajaran kesadaran pajak.

1) Mengamati

Pada langkah ini siswa mengamati fenomenon dengan indera (mendengarkan, melihat, membau, meraba, mengecap) dengan atau tanpa alat (untuk menemukan masalah/gap of knowledge or skill). Nilai-nilai sikap (budi pekerti) yang dapat tumbuh melalui kagiatan pada langkah ini antara lain rasa ingin tahu dan kritis.

2) Menanya

Dalam langkah ini siswa merumuskan pertanyaan berangkat dari masalah (gap of knowledge and/or skill) yang diperoleh dari pengamatan. Nilai-nilai sikap (budi pekerti) yang dapat tumbuh melalui kagiatan pada langkah ini dapat sama dengan pada langkah mengamati, antara lain rasa ingin tahu dan kritis.

3) Mengumpulkan informasi/mencoba

Dalam langkah ini siswa mengumpulkan informasi/data dengan satu atau lebih teknik yang sesuai, misalnya eksperimen, pengamatan, wawancara, survei, dan membaca dokumen-dokumen. Nilainilai sikap (budi pekerti) yang dapat tumbuh melalui kagiatan pada langkah ini antara lain ketelitian, kejujuran, kesabaran, dan ketangguhan.

4) Menalar/mengasosiasi

Dalam langkah ini siswa menggunakan informasi/data yang sudah dikumpulkan (dimiliki) untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan sebelumnya dan menarik kesimpulan. Nilai-nilai sikap (budi pekerti) yang dapat tumbuh melalui kagiatan pada langkah ini antara lain saling menghargai, ketelitian, kejujuran, sikap kritis, dan berfikir logis.

5) Mengomunikasikan

Dalam langkah ini siswa menyampaikan jawaban atas pertanyaan (kesimpulan) berdasarkan hasil penalaran/asosiasi informasi/ data secara lisan dan/atau tertulis. Nilai-nilai sikap (budi pekerti) yang dapat tumbuh melalui kagiatan pada langkah ini antara lain saling menghargai, rasa percaya diri, kesantunan dalam berkomunikasi, sikap kritis, dan berfikir logis.

6) Mencipta

Dalam langkah ini siswa mencipta dan/atau menginovasi produk, model, gagasan dengan pengetahuan yang telah diperoleh. Nilai-nilai sikap (budi pekerti) yang dapat tumbuh melalui kagiatan pada langkah ini antara lain saling menghargai, inovatif, dan kreatif.

 

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Bagian ini berisi buku ajar, buku pengayaan dan juga buku pelatihan yang nantinya dapat digunakan oleh para siswa dalam mempelajari tentang ilmu pengetahuan sekaligus belajar tentang kesadaran pajak.

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Latar Belakang Program Kerja Kesiswaan

Upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu hidup bersaing adalah tuntutan dari perkembangan zaman pada saat ini. Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak kentara.

Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pendidikan berkewajban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi sangatlah diharapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (sman64jkt.sch.id/program-kerja-kesiswaan, diakses 20 Oktober 2016).

Tujuan  Program Kerja Kesiswaan

  1. Mengembangkan seluruh potensi siswa secara maksimal, baik potensi akademik maupun non akademik. 
  2. Menyiapakan warga negara menuju masyarakat belajar yang cerdas dan memahami nilai-nilai masyarakat yang beradab. 
  3. Menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa sehingga timbul kecakapan hidup (life skill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. 
  4. Memberikan kemampuan minimal untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan hidup bermasyarakat 
  5. Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah 
  6. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar. 
  7. Meningkatan apresiasi dan penghayatan seni. 
  8. Menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan Pancasila. 
  9. Meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi siswa untuk memantapkan keseimbangan antara pertumbuhan jasmani dan rohani. 

Ruang Lingkup Program Kesiswaan:

  1. Program Pembinaan Kesiswaan (OSIS)
  2. Program Pembinaan Ekstrakurikuler
  3. Program Unggulan Akademik dan Non Akademik.

Inklusi Kesadaran Pajak dalam Kegiatan kesiswaan merupakan strategi menanamkam nilai-nilai kesadaran pajak melalui berbagai kegiatan di luar sekolah.

Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, upaya menanamkan kesadaran pajak dilakukan melalui kegiatan kesiswaan. Strategi ini digunakan untuk memperkuat pembentukan sikap yang telah dilakukan dalam proses belajar mengajar. Kegiatan kesiswaan yang dapat diberikan muatan kesadaran pajak, seperti; kegiatan ekstrakurikuler Duta Pajak, company visitTax Goes To School, Pekan Kreatifitas Siswa, Pekan Olahraga, Olimpiade Perpajakan, Lomba Menulis, kegiatan kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, pesantren kilat, dll

Kegiatan Pramuka sebagai salah satu kegiatan kepemudaan yang ditujukan untuk membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, mempunyai jiwa patriotik, taat terhadap hukum, dan disiplin. Selain itu juga pribadi yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia, serta memiliki dan menguasai kecakapan hidup. Pramuka diharapkan menjadi kader bangsa yang mampu menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengamalkan Pancasila, dan melestarikan lingkungan hidup kunjungan. Dengan menanamkan kesadaran pajak melalui kegiatan kepramukaan dihaarpkan dapat menumbuhkan jiwa cinta tanah air dan bela negara secara non fisik dengan menjadi warga negara yang mempunyai kesadaran membayar pajak.

Previous Next

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

 

 Berdasarkan data pada tanggal 08 Oktober 2016, Jumlah Pelajar di tingkat SMP adalah Sebagai Berikut

       

PROVINSI

SMP/MTs

Negeri

Swsata

JML

Satuan Pendidikan

 

 

 

Pendidikan Dasar & Menengah

24,425

32,088

56,513

Jumlah Peserta Didik

7,159,649

2,363,880

9,523,529

Jumlah Tenaga Pendidik & Kependidikan

479,917

167,700

647,617

Sumber data: http://referensi.data.kemdikbud.go.id/ (Data per provinsi dapat dilihat pada tautan tersebut)

Banyaknya jumlah siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama merupakan potensi yang sangat besar dan selayaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam inklusi kesadaran pajak. Kesadaran pajak yang diajarkan sejak dini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kepatuhan dan kesadaran pajak di masa yang akan datang. 

 

Subcategories