User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Tema: Indahnya Kebersamaan (IV.1)

Metode Pembelajaran: Diskusi,  bermain peran, cerita

Tugas:

  1. Guru menjelaskan salah satu nilai yang terkandung dalam sila ke-3 Pancasila, yaitu gotong royong/bakti sosial/kegiatan amal lainnya. Kegiatan tersebut merupakan salah satu contoh bentuk kebersamaan. Guru dapat memberikan contoh penyelenggaraan perayaan HUT RI setiap tanggal 17 Agustus. Umumnya warga berkontribusi dalam berbagai bentuk, misalnya iuran dari warga.
  2. Guru membagi murid menjadi 2 kelompok yang akan berperan menjadi panitia penyelenggara
  3. Murid diminta berdiskusi tentang bentuk kebersamaan para warga, barang-barang yang diperlukan, sumber dana, dan sebagainya.
  4. Guru meminta murid untuk mempresentasikan hasil diskusi.
  5. Guru menyimpulkan hasil diskusi.

 Aspek Pembelajaran:

  1. Setiap penyelenggaraan kegiatan dibutuhkan kebersamaan dalam memberdayakan segala sumber daya untuk menyelesaikan tugas.
  2. Kegiatan tersebut dapat dianalogikan dengan penyelenggaraan pemerintahan yang membutuhkan kebersamaan dan kerjasama seluruh warga negara untuk mengelola sumber daya yang dimiliki.

No.

Mata Pelajaran

Kegiatan Pembelajaran

1

PPkn

Membuat daftar keragaman sosial ekonomi masyarakat yang ada di lingkungan sekitar rumah sebagai bahan diskusi bersama à keragaman sosial ekonomi dijembatani oleh pajak untuk meratakan pendapat

2

Matematika

Membuat perencanaan kegiatan bakti sosial/kegiatan amal lainnya (sumber dana, besar penggunaan dana, menaksir harga barang yang akan dibeli) à kegiatan amal ini dapat disamakan dengan kegiatan membayar pajak (sumber dana, besar penggunaan dana, dan lain-lain)

3

Bahasa Indonesia

Bermain peran sebagai panitia penyelenggara kegiatan bakti sosial/kegiatan lainnya

 

Tema: Selalu Berhemat Energi (IV.2)

Metode Pembelajaran: Ceramah, berdiskusi

Tugas:

  1. Guru menceritakan suatu kasus yang terjadi pada sebuah keluarga. Kasus tersebut ialah meningkatnya tagihan listrik setiap bulan. Setelah diselidiki, ternyata banyak hal yang menyebabkan tagihan listrik terus meningkat. Anak pertama keluarga tersebut suka menggunakan komputer terlalu lama. Anak kedua sering membiarkan tv menyala tanpa ditonton. Selain itu, terkadang ada lampu yang masih dinyalakan meskipun hari sudah siang.
  2. Guru meminta murid untuk berdiskusi apa yang sebaiknya yang dilakukan.

 

Aspek Pembelajaran:

  1. Memahami bahwa sumber energi yang digunakan itu tidak dapat diperbarui sehingga harus dihemat.
  2. Berperilaku hemat energi di manapun berada.
  3. Sumber energi yang digunakan sebagian besar disubsidi oleh pemerintah dengan uang pajak sehingga harganya murah dan semua lapisan masyarakat dapat menikmatinya.

No.

Mata Pelajaran

Kegiatan Pembelajaran

1.

PPkn

  • Membuat contoh perilaku yang mencerminkan bentuk kepatuhan terhadap kebiasaan, tata tertib, tradisi, dan adat à membayar pajak merupakan salah satu contoh bentuk kepatuhan terhadap tata tertib (undang-undang)

2.

Bahasa Indonesia

  • Mencari informasi tentang sumber energi yang digunakan di mana sebagian besar bersifat tidak dapat diperbarui.
  • Mendata cara-cara melakukan hemat energi di rumah ataupun di sekolah
  • Berperilaku hemat energi di manapun berada.
  • Mencari pengumuman/iklan di media massa yang berhubungan dengan hemat energi kemudian mencatat pokok isinya dan mengungkapkannya kembali

Tema: Peduli terhadap Makhluk Hidup (IV.3)

Metode Pembelajaran: Karya wisata, tugas kelompok, bercerita (presentasi)

Tugas:

  1. Murid diajak berwisata mengunjungi kebun binatang atau taman bunga yang lokasinya tidak terlalu jauh dari sekolah.
  2. Murid sudah dibagi dalam kelompok dan diminta untuk melakukan pengamatan atas lingkungan kebun binatang/taman bunga.
  3. Murid mengisi kertas kerja secara berkelompok dengan bertanya kepada petugas/masyarakat yang dinilai tahu tentang segala hal yang berkaitan dengan lingkungan kebun binatang/taman bunga. Misalnya jenis hewan/tanaman, jumlahnya, termasuk hewan/tanaman langka atau tidak, perawatan/pemeliharaannya, biaya untuk melakukan perawatan/pemeliharaan, dan sebagainya.
  4. Murid mengumpulkan tugas mereka.
  5. Guru menilai dan memilih salah satu kelompok yang nilainya terbaik untuk bercerita tentang pengalamannya. Murid yang lain menyimak dan dapat bertanya.

 Aspek Pembelajaran:

  1. Peka terhadap hewan/tanaman yang memiliki hak hidup seperti manusia.
  2. Pentingnya melestarikan lingkungan.
  3. Murid memahami biaya perawatan/pemeliharaan berasal dari pajak dan retribusi.

No.

Mata Pelajaran

Kegiatan Pembelajaran

1.

Matematika

Menghitung jumlah uang untuk persiapan pergi ke kebun binatang/taman bunga

2.

Bahasa Indonesia

  • Mengetahui bagaimana cara merawat dan memelihara hewan/tanaman tersebut
  • Mengetahui sumber dana untuk membiayai perawatan dan pemeliharaan hewan/tanaman tersebut

Tema: Berbagai Pekerjaan (IV.4)

Metode Pembelajaran: Berdiskusi

Tugas:

  1. Guru membagi murid menjadi dua kelompok besar untuk mendiskusikan jenis pekerjaan orang tua mereka.
  2. Dalam satu kelompok, murid membuat daftar pekerjaan orang tua murid lainnya.
  3. Murid kemudian berdiskusi untuk mengelompokkan jenis pekerjaan orang tua.
  4. Guru menyimpulkan hasil diskusi pekerjaan yang banyak dilakukan di lingkungan sekitar, termasuk memperkenalkan profesi sebagai pegawai pajak dan menjelaskan tugas mengumpulkan uang untuk negara.

 Aspek Pembelajaran:

  1. Mengetahui jenis pekerjaan.
  2. Menghargai dan menghormati orang lain tanpa memperhatikan jenis pekerjaan mereka.
  3. Jenis pekerjaan apapun pasti berkaitan dengan pajak

No.

Mata Pelajaran

Kegiatan Pembelajaran

1.

PPKn

Berdiskusi tentang jenis-jenis pekerjaan

2.

Bahasa Indonesia

Bermain peran sebagai figure tertentu (dokter, guru, polisi, fiskus dan sebagainya)

Tema: Menghargai Jasa Pahlawan (IV.5)

Metode Pembelajaran: diskusi kelompok, presentasi

Tugas:

  1. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi tugas untuk mencari informasi tentang beberapa pahlawan nasional yang kita kenal. Informasi dapat diperoleh dari teks ulasan buku, internet, atau dari sumber lainnya dengan bantuan guru atau keluarga.
  2. Tiap kelompok mendapat nama pahlawan yang berbeda.
  3. Tiap kelompok mengumpulkan tugas yang diberikan pada hari yang telah ditentukan.
  4. Perwakilan tiap-tiap kelompok maju membacakan hasil pekerjaan mereka.
  5. Guru menyimpulkan bahwa pada intinya semua pahlawan ini berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara. Cita-cita mereka adalah melindungi dan memajukan kesejahteraan rakyat. Misalnya Pangeran Diponegoro berjuang untuk menyejahterakan rakyatnya dengan cara membebaskan mereka dari belenggu penjajahan. Selain itu Dewi Sartika berjuang untuk mencerdaskan rakyatnya dengan cara mendirikan sekolah bagi rakyat miskin.
  6. Perjuangan para pahlawan harus kita hargai dengan cara meneruskan perjuangan mereka. Misalnya membayar pajak dengan benar. Uang pajak yang dibayarkan digunakan untuk membiayai pembangunan sesuai dengan cita-cita negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Aspek Pembelajaran:

  1. Mengenal para pahlawan nasional dan menghargai jasa mereka.
  2. Menghargai jasa pahlawan dengan cara meneruskan perjuangan mereka mengisi kemerdekaan dengan pembangunan untuk melindungi dan menyejahterakan rakyat
  3. Pembangunan akan berjalan lancar jika tersedia dana yang diperoleh dari pembayaran pajak oleh rakyat.
  4. Membayar pajak merupakan wujud cintat air dan bela negara secara non fisik, sehingga pembayar pajak adalah pahlawan juga, pahlawan masa kini

Tema: Indahnya Negeriku

Metode Pembelajaran:

Tugas:

  1. Murid dibagi menjadi 3 kelompok untuk memetakan keberagaman sumber daya alam di berbagai daerah di Indonesia. Pembagian daerah juga menjadi 3 daerah berdasarkan garis Weber-Wallace sehingga tiap kelompok berbeda pemetaannya.
  2. Tiap-tiap kelompok ditugaskan

Tema: Cita-citaku (IV.7)

Metode Pembelajaran: Cerita

Tugas: Setiap murid diminta untuk menceritakan cita-cita yang ingin dicapai dan bagaimana cara untuk mencapainya?

 Aspek Pembelajaran:

Untuk mencapai cita-cita tersebut haruslah dengan bersekolah. Penyelenggaraan sekolah dibiayai oleh pemerintah, misalnya: gedung sekolah, gaji guru, dana BOS, bea siswa, dll. Dana yang digunakan ituberasal dari APBN yang sebagian besar dari uang pajak yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah.

Tema: Daerah Tempat Tinggalku (IV.8)

Metode Pembelajaran: Penugasan lapangan dan bercerita

Tugas:

  1. Setiap murid diminta untuk melakukan pengamatan atas sarana-prasarana umum (gedung sekolah, jalan, jembatan, puskesmas, tempat musyawarah desa, lapangan olah raga, taman, irigasi, mobil dinas, rumah dinas, dll.)
  2. Murid mengisi kertas kerja dengan bertanya kepada masyarakat/pihak yang dinilai tahu asal-usul pembuatan fasilitas umum yang dimaksud.
  3. Murid mengumpulkan tugas mereka pada hari yang telah ditentukan.
  4. Guru memilih beberapa yang terbaik untuk bercerita di depan kelas. Murid yang lain dapat menyimak dan bertanya.

Aspek Pembelajaran:

  1. Hampir sebagian besar dana untuk pembuatan fasilitas umum yang dimaksud berasal dari negara (uang pajak).
  2. Murid paham dan mengerti sumber dana untuk pembuatan sarana/fasilitas umum tersebut.

 Sarana pendukung guru:

  1. Lembar Tabel Isian

No

Nama Fasilitas Umum

Fungsi

Siapa Pengelola

Siapa Pembuatnya

Dari Mana Dananya

 1

 ...

 ...

 ... 

 ... 

 ... 

 ... 

 ... 

 ... 

 ... 

 ... 

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Inklusi Kesadaran Pajak dalam Kegiatan kesiswaan merupakan strategi menanamkam nilai-nilai kesadaran pajak melalui berbagai kegiatan di luar sekolah.

Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, upaya menanamkan kesadaran pajak dilakukan melalui kegiatan kesiswaan. Strategi ini digunakan untuk memperkuat pembentukan sikap yang telah dilakukan dalam proses belajar mengajar. Kegiatan kesiswaan yang dapat diberikan muatan kesadaran pajak, seperti; kegiatan ekstrakurikuler Duta Pajak, company visitTax Goes To School, Pekan Kreatifitas Siswa, Pekan Olahraga, Olimpiade Perpajakan, Lomba Menulis, kegiatan kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, pesantren kilat, dll

Kegiatan Pramuka sebagai salah satu kegiatan kepemudaan yang ditujukan untuk membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, mempunyai jiwa patriotik, taat terhadap hukum, dan disiplin. Selain itu juga pribadi yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia, serta memiliki dan menguasai kecakapan hidup. Pramuka diharapkan menjadi kader bangsa yang mampu menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengamalkan Pancasila, dan melestarikan lingkungan hidup kunjungan. Dengan menanamkan kesadaran pajak melalui kegiatan kepramukaan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa cinta tanah air dan bela negara secara non fisik dengan menjadi warga negara yang mempunyai kesadaran membayar pajak.

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Bagian ini merupakan bagian perbukuan, disini kita mengunduh buku-buku berupa buku ajar, buku pelatihan dan buku pengayaan. 

 

I. Buku Ajar

II. Buku Pengayaan

III Buku Pelatihan

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

isi Content Buku Pelatihan

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Inklusi melalui pembelajaran adalah integrasi materi kesadaran pajak melalui proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran sebagai proses belajar dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan pengetahuan siswa sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran yang didukung dengan sumber belajar seperti buku ataupun  sumber belajar yang lain.

Pendidikan Dasar dan Menengah. Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, model pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013, adalah [1]:

1. model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning)

Model pembelajaran Inkuiri biasanya lebih cocok digunakan pada pembelajaran matematika, tetapi mata pelajaran lain pun dapat menggunakan model tersebut asal sesuai dengan karakteristik KD atau materi pembelajarannya.

2. model pembelajaran Discovery (Discovery Learning)

Model pembelajaran ini bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan pengetahuan yang telah atau akan dipelajarinya

3. model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning)

Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi, membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum, memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaborati

4. model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning).

Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi, membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum, memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.

 

[1] https://ibnufajar75.wordpress.com/2014/05/31/model-model-pembelajaran-yang-sesuai-dengan-kurikulum-2013

Pada kurikulum 2013, pembelajaran tingkat SD menggunakan pembelajaran tematik terpadu, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema seperti yang terdapat dalam tabel berikut ini.

Kelas I

Kelas II

Kelas III

Kelas IV

Kelas V

Kelas VI

 

1.  Diriku

1.  Hidup rukun

1.  Perkembangbiakan hewan dan tumbuhan

1.  Indahnya kebersamaan

1.  Benda-benda di lingkungan sekitar

1.  Selamatkan makhluk hidup

 
 

2.  Kegemaranku

2.  Bermain di lingkunganku

2.  Perkembangan teknologi

2.  Selalu berhemat energi

2.  Peristiwa dalam kehidupan

2.  Persatuan dalam perbedaan

 
 

3.  Kegiatanku

3.  Tugasku sehari-hari

3.  Perubahan di alam

3.  Peduli terhadap lingkungan hidup

3.  Kerukunan dalam bermasyarakat

3.  Tokoh dan penemu

 
 

4.  Keluargaku

4.  Aku dan sekolahku

4.  Peduli lingkungan

4.  Berbagai pekerjaan

4.  Sehat itu penting

4.  Globalisasi

 
 

5.  Pengalamanku

5.  Hidup bersih dan sehat

5.  Permainan tradisional

5.  Pahlawanku

5.  Bangga sebagai bangsa indonesia

5.  Wirausaha

 
 

6.  Lingkungan bersih, sehat, dan asri

6.  Air, bumi, dan matahari

6.  Indahnya persahabatan

6.  Indahnya negeriku

6.  Organ tubuh manusia dan hewan

6.  Kesehatan masyarakat

 
 

7.  Benda, hewan, dan tanaman di sekitarku

7.  Merawat hewan dan tumbuhan

7.  Energi dan perubahannya

7.  Cita-citaku

7.  Sejarah peradaban Indonesia

7.  Organisasi di sekitarku

 
 

8. Peristiwa alam

8. Keselamatan di rumah dan perjalanan

8. Bumi dan alam semesta

8. Tempat tinggalku

8. Ekosistem

8.Bumiku

 
 

 

 

 

9. Makananku sehat dan bergizi

9. Lingkungan sahabat kita

9. Menjelajah angkasa luar

 


Nilai-nilai kesadaran pajak diajarkan dalam tema-tema yang bersesuaian dengan nilai-nilai: gotong royong, tanggung jawab, kepekaan sosial, kewajiban warganegara, dan bela negara.

Subcategories