Model Pembelajaran

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

Pembelajaran kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi menerapkan prinsip andragogi yang bercirikan, antara lain:  menekankan pada prakarsa aktif dari mahasiswa (mandiri);

 ·  interaktif antara mahasiswa dengan sumber belajar, termasuk dosen;

 ·  merupakan satu kesatuan utuh dengan proses belajar MKWU (holistik-integratif);

 ·  menerapkan pendekatan berbasis proses keilmuan (saintifik);

 ·  terhubung dengan konteks kehidupan mahasiswa dan komunitas (kontekstual);

 ·  menggunakan tema sebagai fokus diskusi atau simulasi (tematik);

 ·  berpusat pada mahasiswa (kolaboratif).

Sejalan dengan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran MKWU pada dasarnya menerapkan pendekatan berbasis proses keilmuan (scientific/epistemologic approach) dengan sintakmatik generik atau kerangka dasar sebagaimana terdapat dalam gambar 1. Pendekatan tersebut dapat dikemas dalam berbagai model pembelajaran yang secara psikologis-pedagogis memiliki sifat sebagai metode pembelajaran yang mengaktifkan mahasiswa sebagai peserta didik orang dewasa (Student Active Learning).

Beberapa metode pembelajaran tersebut antara lain diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan metode pembelajaran lain yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

Dengan pendekatan ini, mahasiswa difasilitasi untuk lebih banyak melakukan proses membangun pengetahuan (epistemological approaches) melalui transformasi pengalaman dalam berbagai model pembelajaran, antara lain:

 1.       Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning)

Merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah yang kompleks dan nyata untuk memicu pembelajaran sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru.

 2.      Projek Belajar Kewarganegaraan(Project Citizen)

Merupakan model pembelajaran pemecahan masalah kewargaanegaraan berbasis portofolio dengan fokus kajian masalah kehidupan masyarakat dari sudut pandang warga negara yang disajikan dalam bentuk simulasi dengan pendapat (simulated public hearing).

 3.       Studi Kasus (Case Study)

Merupakan model pembelajaran dengan cara memfasilitasi mahasiswa dengan suatu atau beberapa kasus, atau memilih kasus baru untuk dicari pemecahannya sesuai dengan Kompetensi Dasar yang sedang dibahas.

 4.       Kerja Lapangan (Work Experiences/Service Learning)

Merupakan model pembelajaran yang memusatkan perhatian pada bahan kajianyang terkait langsung dengan Kompetensi Dasar yang dipelajari di luar kampus (extra-mural activities).

 5.       Tugas Kelompok (Syndicate Group)               

Merupakan model pembelajaran dengan pemberian tugas kepada kelompok mahasiswa berdasarkan minat dengan fokus tugas tertentu, dalam rangka menyusun rekomendasi dalam bentukmakalah yang akan disajikan dalam suatu forum.

 5.       Debat (Controversial Issues)

Merupakan model pembelajaran yang memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan berpikir dan berkomunikasi secara kritis dan produktif. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4 (empat) orang. Di dalam kelompok tersebut, mahasiswa melakukan perdebatan tentang topik tertentu. Mengamati (Observing) Menanya (Questioning) Mengumpulkan (Collecting) Mengomunikasikan (Networking) 8

 6.       Simulasi(Simulation)

Merupakan model pembelajaran dengan tujuan penguasaan substansi melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan mahasiswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan mahasiswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari 1 (satu) orang, tergantung kepada peran yang dimainkan.

 7.       Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning)

Merupakan model pembelajaran berbentuk proses belajar kelompok, yang memberi peluang kepada setiap anggota untuk menyumbangkan pemikiran dan/atau pengalaman, berupa data/atau informasi, hasil kajian, pengalaman, ide baru, sikap, pendapat umum, kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, untuk secara bersama-sama saling meningkatkan penguasaan Kompetensi Dasar.

 8.       Bola Salju Menggelinding (Snow-balling Process)

Merupakan model pembelajaran melalui pemberian tugas individual, kemudian berpasangan. Selanjutnya, dicarikan pasangan yang lain sehingga semakin lama anggota kelompok semakin besar seperti bola salju yang menggelinding. Model ini digunakan untuk mendapatkan jawaban pemecahan masalah yang dihasilkan dari mahasiswa secara bertingkat. Dimulai dari kelompok yang lebih kecil dengan dimensi masalah sederhana dan secara berangsur-angsur kepada kelompok yang lebih besar dengan masalah yang lebih kompleks. Dari proses tersebut, pada akhirnya dapat dirumuskan bersama dua atau tiga jawaban yang telah disepakati dan dinilai paling tepat menurut pemikiran kolektif.