User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

BAGAIMANA PAJAK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI?

Sebagai seorang warga negara indonesia yang baik, tentu saja perlu memahami kewajiban dan hak masing-masing. Kewajiban dan hak warga negara diatur dalam peraturan perundang-undangan mulai dari yang tertinggi, yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari pajak sudah menjadi tuntutan yang harus dibayar. Selain pajak, terdapat pungutan lain yang resmi dilakukan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat, yaitu  pajak penghasilan (PPH), pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), bea materai, pajak bumi dan bangunan sektor perkebunan perlambangan, dan perhutanan(PBB Sektor P3), pajak ekspor, bea masuk, cukai. Pajak yang dipungut daerah yakni, pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota. Berdasarkan data penerimaan negara dalam 5 (lima) tahun terakhir, penerimaan dari perpajakan merupakan bagian terbesar dari penerimaan negara kita. Pajak mempunyai beberapa fungsi, yaitu fungsi anggaran. Sebagai sumber pendapatan negara, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, negara membutuhkan sumber pembiayaan.

Fungsi mengatur, yakni pemerintah dapat mengatur kebijakan di bidang ekonomi dan sosial melalui kebijakan fiscal pajak dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan negara. Fiscal function/ regulerend memiliki 3 (tiga) fungsi distribusi dan fungsi stabilisasi. Belajar  bukan hanya berisi kegiatan menghafal konsep maupun data dan fakta, melainkan mengasah kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving). Oleh karena itu, kita diajak untuk memahami berbagai masalah yang memperhatikan cara hidup tidak sadar pajak. Tujuannya adalah berbagi informasi yang diketahui oleh para mahasiswa dan orang-orang di sekitarnya berkaitan dengan permasalahan kesadaran pajak.

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Dalam kegiatan pembelajaran, mahasiswa memerlukan buku ajar, buku pengayaan, dan buku pelatihan agar dapat memahami materi perkuliahan dengan lebih baik. Bagian ini berisi buku-buku yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus meningkatkan kesadaran pajak.

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Pembelajaran kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi menerapkan prinsip andragogi yang bercirikan, antara lain:  menekankan pada prakarsa aktif dari mahasiswa (mandiri);

 ·  interaktif antara mahasiswa dengan sumber belajar, termasuk dosen;

 ·  merupakan satu kesatuan utuh dengan proses belajar MKWU (holistik-integratif);

 ·  menerapkan pendekatan berbasis proses keilmuan (saintifik);

 ·  terhubung dengan konteks kehidupan mahasiswa dan komunitas (kontekstual);

 ·  menggunakan tema sebagai fokus diskusi atau simulasi (tematik);

 ·  berpusat pada mahasiswa (kolaboratif).

Sejalan dengan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran MKWU pada dasarnya menerapkan pendekatan berbasis proses keilmuan (scientific/epistemologic approach) dengan sintakmatik generik atau kerangka dasar sebagaimana terdapat dalam gambar 1. Pendekatan tersebut dapat dikemas dalam berbagai model pembelajaran yang secara psikologis-pedagogis memiliki sifat sebagai metode pembelajaran yang mengaktifkan mahasiswa sebagai peserta didik orang dewasa (Student Active Learning).

Beberapa metode pembelajaran tersebut antara lain diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan metode pembelajaran lain yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

Dengan pendekatan ini, mahasiswa difasilitasi untuk lebih banyak melakukan proses membangun pengetahuan (epistemological approaches) melalui transformasi pengalaman dalam berbagai model pembelajaran, antara lain:

 1.       Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning)

Merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah yang kompleks dan nyata untuk memicu pembelajaran sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru.

 2.      Projek Belajar Kewarganegaraan(Project Citizen)

Merupakan model pembelajaran pemecahan masalah kewargaanegaraan berbasis portofolio dengan fokus kajian masalah kehidupan masyarakat dari sudut pandang warga negara yang disajikan dalam bentuk simulasi dengan pendapat (simulated public hearing).

 3.       Studi Kasus (Case Study)

Merupakan model pembelajaran dengan cara memfasilitasi mahasiswa dengan suatu atau beberapa kasus, atau memilih kasus baru untuk dicari pemecahannya sesuai dengan Kompetensi Dasar yang sedang dibahas.

 4.       Kerja Lapangan (Work Experiences/Service Learning)

Merupakan model pembelajaran yang memusatkan perhatian pada bahan kajianyang terkait langsung dengan Kompetensi Dasar yang dipelajari di luar kampus (extra-mural activities).

 5.       Tugas Kelompok (Syndicate Group)               

Merupakan model pembelajaran dengan pemberian tugas kepada kelompok mahasiswa berdasarkan minat dengan fokus tugas tertentu, dalam rangka menyusun rekomendasi dalam bentukmakalah yang akan disajikan dalam suatu forum.

 5.       Debat (Controversial Issues)

Merupakan model pembelajaran yang memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan berpikir dan berkomunikasi secara kritis dan produktif. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4 (empat) orang. Di dalam kelompok tersebut, mahasiswa melakukan perdebatan tentang topik tertentu. Mengamati (Observing) Menanya (Questioning) Mengumpulkan (Collecting) Mengomunikasikan (Networking) 8

 6.       Simulasi(Simulation)

Merupakan model pembelajaran dengan tujuan penguasaan substansi melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan mahasiswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan mahasiswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari 1 (satu) orang, tergantung kepada peran yang dimainkan.

 7.       Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning)

Merupakan model pembelajaran berbentuk proses belajar kelompok, yang memberi peluang kepada setiap anggota untuk menyumbangkan pemikiran dan/atau pengalaman, berupa data/atau informasi, hasil kajian, pengalaman, ide baru, sikap, pendapat umum, kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, untuk secara bersama-sama saling meningkatkan penguasaan Kompetensi Dasar.

 8.       Bola Salju Menggelinding (Snow-balling Process)

Merupakan model pembelajaran melalui pemberian tugas individual, kemudian berpasangan. Selanjutnya, dicarikan pasangan yang lain sehingga semakin lama anggota kelompok semakin besar seperti bola salju yang menggelinding. Model ini digunakan untuk mendapatkan jawaban pemecahan masalah yang dihasilkan dari mahasiswa secara bertingkat. Dimulai dari kelompok yang lebih kecil dengan dimensi masalah sederhana dan secara berangsur-angsur kepada kelompok yang lebih besar dengan masalah yang lebih kompleks. Dari proses tersebut, pada akhirnya dapat dirumuskan bersama dua atau tiga jawaban yang telah disepakati dan dinilai paling tepat menurut pemikiran kolektif.

 

Previous Next

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan Pendidikan Tinggi. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia. Sesuai dengan Undang-undang nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka dan dapat dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas. Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi. 

Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, saat ini terdapat 4.513 Perguruan Tinggi di Indonesia dengan Jumlah Dosen sebanyak 270.231. Dalam jenjang pendidikan tinggi terdapat 2.503.566 mahasiswa dan 2.880.134 mahasiswi dengan jumlah total 5.383.700 orang mahasiswa aktif (sumber: http://forlap.ristekdikti.go.id/, diakses tanggal 2 Oktober 2016). Mahasiswa merupakan calon wajib pajak potensial, bahkan sudah cukup banyak mahasiswa yang sudah memenuhi syarat subyektif dan obyektif untuk menjadi wajib pajak. Inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang cinta tanah air dan mewujudkan bela negara dengan turut serta memenuhi kewajiban perpajakannya.

Subcategories

buku-buku yang ada pada level pendidikan tinggi

Bagian ini berisi kegiatan kemahasiswaan yang dapat dikaitkan dengan inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan