Materi Terbuka Kesadaran Pajak dalam Pendidikan Tingg

Materi Terbuka Kesadaran Pajak dalam Pendidikan Tingg

Buku ini selain sebagai bahan literasi bagi mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran pajak, juga sebagai bahan referensi bagi para dosen Mata Kuliah Wajib Umum dalam memberikan materi kesadaran pajak. Agar pajak menjadi kesadaran bersama, maka materi kesadaran pajak dapat disampaikan dalam berbagai bentuk yang dapat disesuaikan dengan pokok bahasan dalam mata kuliah. Beberapa pokok bahasan dapat dikaitkan dengan materi kesadaran pajak, antara lain bela negara, penegakan hukum, hak dan kewajiban warga negara, pengamalan sila-sila Pancasila, dan lain sebagainya. Kesadaran pajak sangat relevan untuk dikaitkan dengan semua sisi kehidupan, baik dalam hal ideologi, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, maupun pertahanan dan keamanan.

Sinopsis dari tiap bab adalah sebagai berikut. 

 

BAB I: Bagaimana Pajak Dalam Kehidupan Sehari-hari?
Bab ini berisi muatan bahan pembelajaran sebagai berikut: (1) praktik pemungutan pajak sehari-hari; (2) perbedaan pajak dengan pungutan lain; (3) penggolongan pajak menurut pemungutnya; (4) pentingnya pajak bagi negara; dan (5) data penerimaan pajak nasional.
Bab ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa memahami pajak dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menguasai kompetensi tersebut dilakukan langkah-langkah pembelajaran saintifik/berbasis proses keilmuan, yaitu: (1) menelusuri praktik pemungutan pajak sehari-hari; (2) menanyakan perbedaan pajak dengan pungutan lain; (3) menggali informasi tentang penggolongan pajak menurut pemungutnya; (4) membangun argumen pentingnya pajak bagi negara; dan (5) mengomunikasikan data penerimaan pajak nasional. Uraian diakhiri rangkuman dan tindak lanjut berupa Proyek Belajar Sadar Pajak.

BAB II: Mengapa Pajak Diperlukan?
Bab ini membahas tentang: (1) konsep dan urgensi diperlukannya pajak; (2) alasan mengapa pajak diperlukan; (3) sumber historis, sosiologis, dan politis tentang diperlukannya pajak untuk menyejahterakan rakyat dan menciptakan keadilan; (4) argumen tentang perlunya pajak; dan (5) esensi dan urgensi perlunya pajak untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan.
Tujuan pembahasan adalah untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa agar mampu menganalisis mengapa pajak diperlukan. Untuk membahas bab ini digunakan pendekatan saintifik/berbasis proses keilmuan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menelusuri konsep dan urgensi diperlukannya pajak; (2) menanya alasan mengapa pajak diperlukan; (3) menggali sumber historis, sosiologis, dan politis tentang diperlukannya pajak untuk menyejahterakan rakyat dan menciptakan keadilan; (4) membangun argumen tentang perlunya pajak; dan (5) mendeskripsikan esensi dan urgensi perlunya pajak untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan. Uraian diakhiri rangkuman dan tindak lanjut berupa Proyek Belajar Sadar Pajak.

BAB III: Bagaimana Pajak Dalam Konteks Sejarah Indonesia?
Bab ini membahas tentang: (1) realitas pajak yang terjadi dari masa ke masa; (2) pelaksanaan dan problem pajak yang dihadapi pada tiap masa; (3) informasi baik melalui pustaka dan wawancara dengan praktisi atau tokoh untuk menjawab persoalan pajak; (4) mengapa ada realitas pajak yang berbeda-beda pada tiap zaman; dan (5) presentasi kelas, pembuatan film atau poster.
Tujuan dari materi ini adalah mahasiswa menghayati nilai pajak dari masa ke masa, bahwa pajak merupakan realitas sejarah yang terjadi di setiap masyarakat, negara, dan pemerintahan dari dulu hingga sekarang, serta pajak selalu mengikuti perkembangan zaman. Untuk mencapai tujuan tersebut maka akan digunakan pendekatan saintifik/berbasis proses keilmuan, yaitu; (1) menelusuri realitas pajak yang terjadi pada masa ke masa; (2) menanya pelaksanaan dan problem pajak yang dihadapi pada tiap masa; (3) mencari informasi baik melalui pustaka dan wawancara dengan praktisi atau tokoh untuk menjawab persoalan pajak; (4) membangun argumentasi mengapa ada realitas pajak yang berbeda-beda pada tiap zaman; dan (5) mempresentasikan dalam bentuk presentasi kelas, pembuatan film atau poster. Uraian diakhiri rangkuman dan tindak lanjut berupa Proyek Belajar Sadar Pajak.


BAB IV : Bagaimana Fungsi Pajak Dalam Pembangunan?
Bab ini mendeskripsikan fungsi pajak dalam pembangunan. Esensi materinya, meliputi: (1) konsep pajak dalam pembangunan; (2) konsep pembangunan dan alasan pentingnya pajak bagi pembangunan; (3) landasan kewajiban membayar pajak; dan (4) pentingnya kesadaran membayar pajak.
Tujuan pembahasan adalah mahasiswa mampu mendeskripsikan fungsi pajak dalam pembangunan. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan pendekatan saintifik/berbasis proses keilmuan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menelusuri konsep pajak dalam pembangunan; (2) mengkaji konsep dasar pembangunan dan pentingnya pajak dalam pembangunan; (3) mengelaborasi landasan kewajiban membayar pajak; (4) membangun argumen perlunya kesadaran membayar pajak; (5) mengomunikasikan fungsi pajak untuk pembangunan dan pentingnya kesadaran pajak untuk pembangunan. Uraian dalam bab ini dilengkapi pula dengan contoh-contoh penggunaan dana yang diperoleh dari pajak untuk pembangunan. Uraian diakhiri rangkuman dan tindak lanjut berupa Proyek Belajar Sadar Pajak.

BAB V: Bagaimana Pajak Berperan Sebagai Perwujudan Sila-Sila Pancasila?
Bab ini menggambarkan Pancasila sebagai ideologi negara yang merupakan penuntun penyelenggara negara dan warga negara dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa. Esensi materinya, meliputi: (1) konsep pajak sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila yang meliputi Sila Pertama dalam bentuk rasa syukur, sikap toleransi, sikap kedermawanan, kerendahhatian, keikhlasan. Sila Kedua dalam nilai kemanusiaan, keadilan dan keadaban. Sila Ketiga dalam rasa memiliki, rasa cinta tanah air. Sila Keempat dalam sikap dialogis, komunikatif, musyawarah untuk mufakat. Sila Kelima dalam keadilan distributif, legalis, dan komutatif; (2) alasan mengapa pajak dihubungkan dengan nilai-nilai Pancasila; (3) sumber historis, sosio-politis tentang pajak sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila; (4) argumen mengapa pajak dihubungkan dengan nilai-nilai Pancasila; dan (5) esensi dan urgensi pajak sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila. Salah satu pendukung pokok terwujudnya kesejahteraan bangsa adalah pajak.
Tujuan penulisan bab ini agar mahasiswa dapat menghayati perwujudan pajak dalam nilai-nilai Pancasila. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan saintifik/berbasis proses keilmuan, yaitu: (1) mengamati konsep pajak sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila, meliputi Sila Pertama dalam bentuk rasa syukur, sikap toleransi, sikap kedermawanan, kerendahhatian, keikhlasan. Sila Kedua dalam nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban. Sila Ketiga dalam rasa memiliki dan rasa cinta tanah air. Sila Keempat dalam sikap dialogis, komunikatif, dan musyawarah untuk mufakat. Sila Kelima dalam keadilan distributif, legalis, dan komutatif; (2) menanya alasan mengapa pajak dihubungkan dengan nilai-nilai Pancasila; (3) menggali sumber historis, sosio-politis tentang pajak sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila; (4) membangun argumen mengapa pajak dihubungkan dengan nilai-nilai Pancasila; dan (5) mendeskripsikan esensi dan urgensi pajak sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila. Uraian diakhiri rangkuman dan tindak lanjut berupa Proyek Belajar Sadar Pajak.


BAB VI: Bagaimana Kewajiban Perpajakan Warga Negara?
Bab ini mendeskripsikan konsepsi kewajiban perpajakan yang dapat membangun kesadaraan warga negara Indonesia membayar pajak. Esensi materi, meliputi: (1) konsep dan urgensi kewajiban perpajakan warga negara; (2) alasan mengapa pajak sebagai kewajiban warga negara; (3) sumber historis dan sosio-politis tentang kewajiban perpajakan warga negara; (4) argumen tentang dinamika dan tantangan pajak sebagai kewajiban warga negara; dan (5) esensi dan urgensi kewajiban perpajakan warga negara.
Tujuan penulisan bab ini adalah agar mahasiswa dapat mendeskripsikan pajak sebagai kewajiban warga negara. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan saintifik/berbasis proses keilmuan, yaitu: (1) menelusuri konsep dan urgensi kewajiban perpajakan warga negara; (2) menanya alasan mengapa pajak sebagai kewajiban warga negara; (3) menggali sumber historis dan sosio-politis tentang kewajiban perpajakan warganegara; (4) membangun argumen tentang dinamika dan tantangan pajak sebagai kewajiban warganegara; dan (5) mendeskripsikan esensi dan urgensi kewajiban perpajakan warga negara. Uraian dilengkapi pula dengan contoh-contoh yang terkait dengan best practices warga negara membayar pajak dan pengalaman sejumlah negara maju dalam perpajakan. Bab ini diakhiri dengan rangkuman dan tugas belajar lanjut melalui Proyek Belajar Sadar Pajak.


BAB VII: Bagaimana Pengelolaan Pajak Oleh Negara?
Bab ini mendeskripsikan tentang bagaimana negara mengelola pajak untuk pembiayaan negara. Esensi materi, meliputi: (1) lembaga pengelola pajak dan jenis pajaknya; (2) alasan mengapa negara yang mengelola pajak; (3) informasi tentang pengelolaan pajak oleh negara; (4) argumen tentang tantangan pengelolaan pajak oleh negara; dan (5) esensi dan urgensi pengelolaan pajak oleh negara.
Tujuan penulisan bab ini adalah mahasiswa memahami pengelolaan pajak oleh negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan proses pembelajaran melalui pendekatan saintifik/berbasis proses keilmuan, yaitu: (1) menelusuri lembaga pengelola pajak dan jenis pajaknya; (2) menanya alasan mengapa negara yang mengelola pajak; (3) menggali informasi tentang pengelolaan pajak oleh negara; (4) membangun argumen tentang tantangan pengelolaan pajak oleh negara; dan (5) mendeskripsikan esensi dan urgensi pengelolaan pajak oleh negara. Bab ini diakhiri dengan rangkuman dan tugas belajar lanjut melalui Proyek Belajar Sadar Pajak.


BAB VIII: Bagaimana Prosedur Pemenuhan Kewajiban Perpajakan?
Bab ini mendeskripsikan tentang prosedur pemenuhan kewajiban perpajakan warga negara. Esensi materi pada bab ini meliputi: (1) konsep pemenuhan kewajiban perpajakan, meliputi daftar, hitung, bayar, dan lapor; (2) bagaimana cara pemenuhan kewajiban perpajakan; (3) cara pemenuhan kewajiban perpajakan; (4) argumen tentang pentingnya Wajib Pajak mengikuti prosedur dalam pemenuhan kewajiban perpajakan; dan (5) esensi dan urgensi pemenuhan kewajiban perpajakan.
Tujuan dari bab ini adalah agar mahasiswa dapat menerapkan bagaimana prosedur pemenuhan kewajiban perpajakan. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan prosedur saintifik/berbasis proses keilmuan, yaitu:(1) menelusuri konsep pemenuhan kewajiban perpajakan, meliputi daftar, hitung, bayar, dan lapor; (2) menanya bagaimana cara pemenuhan kewajiban perpajakan; (3) menggali cara pemenuhan kewajiban perpajakan; (4) membangun argumen tentang pentingnya Wajib Pajak mengikuti prosedur dalam pemenuhan kewajiban perpajakan; dan (5) Mendeskripsikan esensi dan urgensi pemenuhan kewajiban perpajakan. Bab ini diakhiri dengan rangkuman dan tugas belajar lanjut melalui Proyek Belajar Sadar Pajak.


BAB IX: Bagaimana Prosedur Penegakan Hukum dalam Perpajakan?
Bab ini mendeskripsikan tentang prosedur penegakan hukum dalam pelaksanaan tindakan penagihan perpajakan. Esensi materi pada bab ini meliputi: (1) konsep penegakan hukum perpajakan; (2) mengapa diperlukan penegakan hukum perpajakan; (3) tata cara penegakan hukum perpajakan; (4) argumen tentang pentingnya penegakan hukum perpajakan.
Tujuan dari bab ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui prosedur penegakan hukum perpajakan. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan prosedur saintifik/berbasis proses keilmuan, yaitu:(1) menelusuri konsep penegakan hukum perpajakan, meliputi daftar, hitung, bayar, lapor; (2) menanya bagaimana cara pemenuhan kewajiban perpajakan; (3) menggali cara pemenuhan kewajiban perpajakan; (4) membangun argumen tentang pentingnya Wajib Pajak mengikuti prosedur dalam pemenuhan kewajiban perpajakan; dan (5) Mendeskripsikan esensi dan urgensi pemenuhan kewajiban perpajakan. Bab ini diakhiri dengan rangkuman dan tugas belajar lanjut melalui Proyek Belajar Sadar Pajak.


Buku materi inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi dapat diunduh pada tautan di bawah ini

Buku Materi Terbuka Inklusi Kesadaran Pajak.

BAB I     : Bagaimana Pajak Dalam Kehidupan Sehari-hari?

BAB II    : Mengapa Pajak Diperlukan?

BAB III   : Bagaimana Pajak Dalam Konteks Sejarah Indonesia?

BAB IV   : Bagaimana Fungsi Pajak Dalam Pembangunan?

BAB V    : Bagaimana Pajak Berperan Sebagai Perwujudan Sila-Sila Pancasila?

BAB VI   : Bagaimana Kewajiban Perpajakan Warga Negara?

BAB VII  : Bagaimana Pengelolaan Pajak Oleh Negara?

BAB VIII : Bagaimana Prosedur Pemenuhan Kewajiban Perpajakan?

BAB IX    : Bagaimana Prosedur Penegakan Hukum dalam Perpajakan?

BAB X     : Bagaimana Hubungan Membayar Pajak dengan Bela Negara?

BAB XI    : Mengapa Masyarakat Perlu Terlibat dalam Amnesty Pajak?

Date

10 November 2016

Categories

PT